Gubkepri Ansar Tegaskan Pemprov Kepri Terus Perbanyak Dermaga Apung HDPE

F. zek/ pemprov kepri

TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah membangun sejumlah dermaga apung fleksibel (flexi auatec) berbahan hight density poly ethlene (HDPE), untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar arus barang, serta orang.

Gubkepri, H Ansar Ahmad, menegaskan Pemprov Kepri akan terus membangun dermaga apung HDPE ini, yang bermuara kepada peningkatan sektor pariwisata, serta bertumbuhnya wilayah ekonomi baru di kawasan pesisir.

Proyek Pelabuhan Ponton Plastik HDPE Sudah Beroperasi

Kepri sebagai provinsi dengan geografis terdiri dari 96 persen laut, sangat membutuhkan infrastruktur berupa dermaga yang layak.

Tidak dipungkiri, jika Kepri dengan sekitar 1.350 pulau, memiliki keterbatasan infrastruktur dermaga. Tidak dinafikan juga, jika keterbatasan infrastruktur dermaga selama ini menjadi penghambat kelancaran arus barang dan orang, antar wilayah di Kepri maupun ke daerah lain.

BACA JUGA:   Aspirasi Cen Sui Lan Pembangunan Dua Pelabuhan Roro di Anambas Senilai Rp175 Miliar, Dimulai Anggaran 2023

Warga di sejumlah pulau, khususnya di wilayah terluar, bahkan masih harus merasakan kesulitan bersandar atau naik ke dermaga yang dipengaruhi surutnya air laut.

Kondisi ini tentunya menjadi penghambat terhadap kelancaran orang maupun barang, yang tentunya berpengaruh terhadap perputaran ekonomi. Demikian pula terhadap perkembangan sektor wisata. Tidak nyamannya aksesibilitas, berpengaruh terhadap minat wisatawan berkunjung.

PricewaterhouseCoopers Studi Kelayakan Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau

Menyadari hal ini, Gubkepri, H Ansar Ahmad SE MM dalam beberapa tahun terakhir, fokus terhadap pembangunan dermaga yang layak.

Dermaga fleksibel berupa dermaga apung berbahan HDPE disebut Gubkepri Ansar, menjadi solusi dalam memperlancar aksesibilitas, memudahkan bagi kapal bersandar.

BACA JUGA:   Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Stop Stigma Negatif pada Disabilitas

Dermaga apung HDPE merupakan inovasi terbaru yang memiliki ketahanan cukup lama, dengan usia pakai hingga di atas 40 tahun, juga diyakini ramah lingkungan (green technology).

Selain itu, dermaga apung HDPE yang fleksibel menjadikannya fleksibel, karena permukaannya akan tetap sama, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

“Kita berharap dermaga apung HDPE ini, akan menjawab tantangan terbesar dalam membangun sistem konektivitas di Provinsi Kepri,” ujar Gubkepri Ansar, Jumat (10/5/2024).

Di masa kepemimpinan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, Pemprov Kepri sudah membangun enam dermaga apung HDPE.

Ansar dan Forkopimda Jajal Kapal Lintas Kepri Milik Perseroan Daerah

Yakni di Sedanau Natuna, Pantai Indah Kijang Kabupaten Bintan, di Pulau Penyengat Tanjungpinang, di Tarempa Anambas, di Bandara Tambelan Bintan, dan Tanjungbuton Daik.

BACA JUGA:   Kejari Musnahkan Sabu dan Ekstasi

“Pembangunan dermaga apung HDPE ini, menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kepri memperkuat sistem konektivitas,” tambah Gubkepri Ansar.

Pemprov Kepri, dikatakan Ansar, terus berkomitmen memperbanyak dermaga apung HDPE. “Akan terus kita wujudkan, agar akses orang dan barang menjadi lancar, dengan harapan perekonomian Kepri meningkat,” sebut Gubkepri Ansar.

Kondisi Geografis, Ansar Minta Menteri KKP Tetapkan Enam Pelabuhan Perikanan di Kepri

Lancarnya aksesibilitas yang menghubungkan setiap wilayah di Kepri dan ke luar daerah, disebut Gubkepri Ansar, akan meningkatkan sektor perdagangan, pariwisata, perikanan, serta sektor-sektor terkait yang bermuara kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (zek)