Kanwil DJP Kepri Sita Aset Penunggak Wajib Pajak

Petugas gabungan Kanwil DJP Kepri melaksanakan sita serentak Tahun 2024, terhadap semua penunggak wajib pajak, Selasa (7/5/2024). (F. now)

TAM (Kepri.co.id) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP Kepri), melakukan penegakan hukum kegiatan sita serentak tahun 2024 bagi penunggak pajak, Selasa (7/5/2024).

Sita serentak tersebut dilaksanakan seluruh unit kerja di lingkungan Kanwil DJP Kepri terdiri enam kantor pelayanan pajak (KPP), yaitu KPP Madya Batam, KPP Pratama Batam Selatan, dan KPP Pratama Batam Utara.

Kemudian KPP Pratama Tanjungpinang, KPP Pratama Bintan, serta KPP Pratama Tanjungbalai Karimun.

Kepala Kanwil DJP Kepri, Imanul Hakim, menjelaskan, sita serentak merupakan sebuah upaya membantu serta meningkatkan pengamanan penerimaan negara dari sektor pajak.

BACA JUGA:   Serangan Israel Hancurkan Bangunan di Khan Younis

“Khususnya melalui tindakan penagihan dan berupa penyitaan. Kegiatan sita bersama ini bertujuan memberikan detterent effect, serta kesadaran bagi para wajib pajak ataupun penanggung wajib pajak, untuk segera melunasi hutang pajaknya,” tegas Imanul, Selasa (7/5/2024) lalu.

Ini satu bentuk penegakan hukum, tegas Kakanwil DJP Kepri, supaya semua wajib pajak dapat melaksanakan kewajibannya, sesuai aturan dan ketentuan negara yang berlaku

Sedangkan Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan (Kabid PPIP) Kanwil DJP Kepri, Rizal Fahmi, melaporkan, kegiatan telah menghasilkan beberapa objek sita.

BACA JUGA:   Hendry Lantik Sekaligus PWI Kepri dan IKWI Kepri

Yaitu berupa tanah, kendaraan bermotor, dan rekening wajib pajak yang tersimpan di beberapa perbankan. Yakni dengan nilai taksiran sementara sebesar Rp 2 miliar, atas seluruh aset tersebut.

“Terhadap aset aset yang telah dilakukan penyitaan bersama, sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap KPP akan segera melakukan koordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), untuk segera dilakukan pelelangan terhadap semua aset sita itu. Kecuali terhadap semua aset sita, berupa rekening wajib pajak/ penanggung pajak yang tersimpan di bank,” ungkap Rizal.

BACA JUGA:   Anda Karyawan Ingin Kuliah, Ada Kelas Shift di Universitas Putra Batam

Terhadap semua aset yang telah disita berupa rekening wajib pajak atau penanggung pajak, ujar Rizal, yang tersimpan di bank akan dilakukan prosedur pemindahbukuan untuk melunasi hutang pajak yang masih tersisa.

Namun, jelas Kabid PPIP, wajib pajak/ penanggung pajak ini masih diberi kesempatan, untuk segera melunasi atas hutang hutang pajaknya sebelum ada pengumuman lelang secara resmi oleh KPKNL.

PajakKuatAPBNSehatIndonesiaSejahtera Narahubung Media: Delfi Azraaf Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kepri: Telpon pada 0778 4885762, atau email: p2humas.kepri@pajak.go.id. (now)