Kepala Desa Asal Banten Ceritakan Inspirasi yang Didapat di Desa China

Kepala Desa Asal Banten Ceritakan Inspirasi yang Didapat di Desa China
Foto yang diabadikan pada 13 Desember 2025 ini, menunjukkan Jumintra, Kepala Desa Tambang Ayam di Provinsi Banten, berfoto di desanya. (F. Xinhua/Zulkarnain)

Di sebuah sudut di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, semangat baru tengah menggeliat di Desa Tambang Ayam. Kepala desanya, Jumintra, membawa semangat itu dari sebuah kunjungan ke China. Kunjungan itu memberinya inspirasi tentang pembangunan desa wisata.

PADA awal November 2025, Jumintra menjadi bagian dari Sesi Kelima Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia. Program pelatihan kepala desa ini, merupakan buah kerja sama nyata antara Republik Rakyat China dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia sejak 2019.

Setiap tahun, 20 hingga 30 kepala desa terpilih berkesempatan menimba ilmu langsung di China. Hingga 2025, lebih dari 100 kepala desa Indonesia telah melihat dan mempelajari pembangunan pedesaan China.

Jumintra merupakan salah satu peserta yang berangkat pada sesi terbaru. Dia mengaku bangga telah terpilih dan memiliki kesempatan belajar ke China.

“Rasanya seperti tidak percaya karena di seluruh Indonesia hanya 22 kepala (desa yang terpilih), sedangkan ada 75.000 lebih desa. Begitu tiba, saya merasa inilah negara yang harus saya pelajari. Banyak sekali yang didapat, terutama di (sektor) pariwisata,” papar Jumintra yang terlihat bersemangat ketika ditemui Xinhua di desanya.

Para kepala desa terpilih mengunjungi berbagai lokasi, di antaranya Provinsi Shandong dan Beijing, ibu kota China, untuk menggali wawasan mendalam tentang pembangunan sejumlah desa di China.

Dari berbagai tempat itu, mereka belajar banyak hal, termasuk pembangunan berkelanjutan, pengembangan wisata, dan integrasi pertanian.

Desa China
Foto dokumentasi ini, menunjukkan suasana di Desa Shixia di dekat Tembok Besar seksi Badaling di Beijing, ibu kota China. (F. Xinhua)

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DARI KEKAYAAN SEJARAH

Dalam kunjungan itu, Jumintra dan rombongan menginjakkan kaki di seksi Badaling dari Tembok Besar di Desa Shixia, Distrik Yangqin, Beijing.

Di sana, dia mempelajari bagaimana Desa Shixia hidup bersama kekayaan sejarah Tembok Besar. Tidak hanya itu, yang menarik perhatiannya adalah pengelolaan Desa Shixia.

Desa ini berhasil menerapkan model pembangunan yang berfokus pada pelestarian warisan Tembok Besar China. Warga menjadikan pelestarian warisan bersejarah itu, sebagai mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan melalui pariwisata.

Warga desa memiliki komitmen tinggi menjaga kelestarian Tembok Besar China karena merasa warisan sejarah itu juga adalah identitas desa.

Desa Shixia juga memberi kesan mendalam tentang bagaimana pariwisata budaya dikelola secara berkelanjutan. “Yang paling berkesan adalah di (aspek) pariwisatanya, karena bisa diaplikasikan di sini,” ujar Jumintra kepada tim Xinhua yang mengunjunginya pada pertengahan Desember 2025.

Selain kebanggaan akan sejarah, dia juga terpesona pada kerapian, tata kelola, dan keramahan penduduknya. “Cara-cara menyambut tamunya itu sangat luar biasa. Dari manajemen, kerapian, semuanya tertata sekali,” paparnya.

Ketika mengunjungi Desa Shixia, Jumintra langsung melihat kemiripan dengan desanya. Desa Tambang Ayam sedang menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pembangunan desa. Pada 2025, desa itu memenangkan Anugerah Desa Wisata se-Kabupaten Serang.

Pada 2022, Desa Tambang Ayam masuk dalam daftar 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia. Anugerah Desa Wisata Indonesia merupakan penghargaan bergengsi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk desa wisata terbaik di Indonesia.

Desa Tambang Ayam memiliki daya tarik wisata berupa Pantai Sambolo dan mata air Sumur Kenclong. Pantai Sambolo menawarkan daya tarik wisata alam, berupa pasir putih dan pantai tanpa karang, dengan aktivitas wisata seperti banana boat dan pemandangan matahari terbenam.

Di desa itu, terdapat pula sebuah mata air bernama Sumur Kenclong yang memiliki nilai sejarah. Pada Agustus 2024, Desa Tambang Ayam meresmikan pembangunan Taman Wisata Alam Sumur Kenclong. Jumintra menyebut Sumur Kenclong sebagai anugerah alam bagi Desa Tambang Ayam.

“Selain nilai sejarahnya, tempat ini menjadi simbol kesucian dan sumber kehidupan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Asal Banten Ceritakan Inspirasi yang Didapat di Desa China
Foto yang diabadikan pada 13 Desember 2025 ini, menunjukkan sebuah tempat rekreasi di Desa Tambang Ayam di Provinsi Banten. (F. Xinhua/Zulkarnain)

Sebelum pembangunan itu, Sumur Kenclong terletak di tengah pepohonan. Jalan menuju lokasi tersebut tidak terawat dan kumuh, bahkan sulit dilalui ketika hujan. Kini, Taman Wisata Alam Sumur Kenclong bahkan sudah dilengkapi dengan jalan yang layak, kolam renang, tempat pertemuan, rumah singgah, dan saung.

Karena ruangnya yang lapang, Taman Wisata Alam Sumur Kenclong sering dijadikan tempat para siswa mengadakan karyawisata, acara kelompok olahraga, atau tempat perusahaan mengadakan pertemuan para karyawannya.

Kunjungan ke China itu semakin memantapkan langkah Jumintra, menjadikan Sumur Kenclong sebagai magnet pariwisata. Inspirasi dari kerapian dan penataan di Desa Shixia langsung dia terjemahkan ke dalam pengelolaan Sumur Kenclong.

Dia semakin menekankan pada kebersihan, keamanan, dan keramahan sebagai fondasi utama untuk menarik wisatawan. “Kalau sudah bersih di Tambang Ayam, pasti akan ramai,” tegasnya.

Selain itu, Jumintra sudah menyiapkan tim khusus untuk menyambut rombongan tamu. Rombongan tamu kini disambut dengan tarian dan kesenian tradisional Banten. Desa ini juga memiliki tim untuk pertunjukan pencak silat, kesenian debus, dan pertunjukan komedi tradisional bobodor.

Jumintra juga sangat terinspirasi oleh model integrasi antara wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat yang dia amati. Dia mengamati banyak warga di sekitar tempat wisata menjajakan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lokasi wisata.

Menurutnya, masyarakat sekitar terlibat aktif dan menikmati manfaat ekonomi. “Itu yang patut saya tiru untuk menghidupkan masyarakat di sekitar,” ujar Jumintra.

Desa Tambang Ayam memiliki sejumlah produk kreatif yang diproduksi warga. Beberapa di antaranya adalah batik, anyaman, dan gerabah. Selain itu, emping juga merupakan produk unggulan desa. Emping merupakan camilan tradisional dari buah melinjo.

Kepala Desa Asal Banten Ceritakan Inspirasi yang Didapat di Desa China
Foto yang diabadikan pada 13 Desember 2025 ini, menunjukkan sebuah peternakan ayam di Desa Tambang Ayam di Provinsi Banten. (F. Xinhua/Zulkarnain)

Belakangan ini, jumlah wisatawan yang mengunjungi Taman Wisata Alam Sumur Kenclong terus bertambah. Di luar rombongan, ada setidaknya 500 pengunjung yang berwisata ke tempat tersebut setiap bulan.

Sementara itu, kunjungan ke Pantai Sambolo mencapai 3.400 orang pada 2024, naik dari 3.200 pada 2022. Jumintra semakin bertekad, menambah jumlah wisatawan yang mengunjungi desanya. Ke depannya, dia berharap kunjungan wisatawan akan menambah pendapatan warga sekitar.

WEIFANG: SEMANGAT KEMAJUAN YANG MENJADI PENGGERAK EKONOMI

Setelah mengunjungi Desa Shixia, perjalanan berlanjut ke The National Agricultural Open Development Comprehensive Experimental Zone di Kota Weifang, Provinsi Shandong. Zona terpadu tingkat nasional ini berfokus pada pengembangan terbuka di bidang pertanian, perdagangan, dan teknologi.

Saat berada di sana, Jumintra menyaksikan langsung integrasi antara penelitian, teknologi pertanian mutakhir, produksi industri, dan sistem pemasaran yang membentuk ekosistem pertanian modern yang efisien dan berdaya saing global.

Dia juga mengaku terkesima dengan semangat pembangunan di Weifang. Bagi Jumintra, disiplin dan orientasi pada produktivitas serta skala usaha yang dia saksikan di Weifang memiliki kesan tersendiri. Dia melihatnya sebagai penggerak utama kemajuan, sesuatu yang dia coba adopsi dalam konteks membangun desa.

Inspirasi yang Didapat di Desa China
Foto dokumentasi ini, menunjukkan mesin pertanian beroperasi di lahan di Kota Weifang, Provinsi Shandong, China timur. (F. Xinhua)

Sepulang dari China, dia menerapkan semangat itu di Desa Tambang Ayam. Dalam memimpin desa, dia terus mencari inovasi pembangunan. Dia bahkan melakukan evaluasi pembangunan setiap pekan. “Saya terapkan di sini. Hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ujar Jumintra.

Prinsip sederhana namun kuat itu dia dapatkan dari pengamatannya terhadap etos kerja dan disiplin masyarakat serta industri di China. Dia menekankan kekagumannya pada fokus dan produktivitas yang tinggi.

“Di sana, orang yang kerja itu luar biasa. Tidak ada yang santai. Betul-betul kerja itu fokus. Walaupun ada tamu yang mengunjungi tempat itu, mereka tetap terus bekerja. Itu yang paling berkesan,” kenangnya.

NANSHAN: BAGAIMANA BADAN USAHA DESA MENEMBUS DUNIA

Selanjutnya, Jumintra diajak berkunjung ke Desa Nanshan. Desa ini adalah contoh nyata transformasi spektakuler, dari sebuah desa miskin 40 tahun lalu menjadi komunitas makmur melalui pengembangan perusahaan desa. Nanshan Group adalah badan usaha milik desa (BUMDes) yang telah bertransformasi menjadi kelompok perusahaan saham gabungan swasta.

Perusahaan ini berskala besar, mengekspor banyak komoditas, dan termasuk dalam 500 perusahaan teratas di China.

Nanshan Group bahkan sudah berekspansi di luar China, termasuk ke Indonesia melalui PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Keberhasilan Nanshan Group membuktikan bahwa badan usaha milik desa dapat mencapai level global.

Cerita Inspirasi yang Didapat di Desa China
Foto yang diabadikan pada 4 November 2025 ini, menunjukkan perwakilan dari Nanshan Group di Provinsi Shandong, China timur, dan Desa Ekang Anculai dari Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menjalin ikatan persahabatan dalam sebuah upacara di Shandong. (F. Xinhua)

Kawasan ini kini memiliki infrastruktur lengkap seperti jalan raya, apartemen, fasilitas pendidikan dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi, kampus lansia, rumah sakit berteknologi tinggi, pusat konferensi berskala internasional, pelabuhan, hingga kawasan wisata yang dikunjungi jutaan orang. Keseluruhan pembangunan ini menunjukkan wajah baru desa yang sejahtera dan modern.

Bagi Jumintra, kunjungan ke Desa Nanshan memberinya inspirasi bahwa badan usaha desa bisa saja menjadi pemain di tingkat internasional. Dia yakin pengelolaan yang profesional dapat menjadikan potensi usaha di desa menembus pasar global.

Dalam hal pariwisata, dia juga optimistis Desa Tambang Ayam ke depannya dapat menarik wisatawan mancanegara.

MIMPI MEMBANGUN KERETA SAWAH DAN PERTANIAN EDUKATIF: ADAPTASI DARI PEMBELAJARAN DARI CHINA UNTUK TAMBANG AYAM

Meski terinspirasi oleh skala besar yang dilihatnya di Weifang dan Desa Shixia, Jumintra mengatakan butuh langkah bertahap untuk menggapai kemajuan. Di China, dia mengingat pepatah yang berbunyi, “Jika ingin kaya, bangunlah jalan terlebih dahulu.”

Oleh karena itu, dia bermimpi mengadaptasi pembangunan itu secara kreatif melalui peningkatan infrastruktur desa. Salah satu mimpinya yang terinspirasi dari kunjungan ke wahana wisata adalah membangun kereta sawah.

“Rencana membuat kereta sawah yang jalurnya akan mengitari sawah kemudian naik lagi. Itu rencana kita,” ungkapnya. Terlebih lagi, Taman Wisata Alam Sumur Kenclong berada di tengah hamparan sawah.

Rencana itu muncul di benaknya, ketika dia mengunjungi Weifang dan melihat bagaimana pertanian dapat menarik minat wisatawan. Dia mengukuhkan tekadnya, mengembangkan pertanian edukatif dan memperkuat ekonomi berbasis desa.

“Di sana, pertanian juga untuk edukasi. Sawah di sini bisa untuk bahan pembelajaran,” jelasnya.

Foto yang diabadikan pada 13 Desember 2025 ini, menunjukkan sebuah tempat rekreasi di Desa Tambang Ayam, Provinsi Banten. (F. Xinhua/Zulkarnain)

Kisah sukses Nanshan memberinya keyakinan untuk bermimpi. Dia yakin usaha kolektif desa memiliki potensi luar biasa. Ini sekaligus memicu pemikiran untuk mengembangkan BUMDes di Tambang Ayam dengan menggandeng investor swasta.

“Dan jika ada investor pun bisa bekerja sama dengan kita karena dana desa kita penuh keterbatasan,” terangnya.

Sebagai alumni program pelatihan kader pedesaan, Jumintra melihat peluang di sektor pariwisata dan investasi skala menengah yang sesuai konteks desa. Keberhasilan program yang diikuti Jumintra menunjukkan bahwa kolaborasi pembangunan sangat efektif ketika menyentuh masyarakat. Program ini berhasil menjadi jembatan yang menghubungkan visi dan praktik terbaik dari desa ke desa, melintasi batas negara.

Perjalanan Jumintra dari Desa Tambang Ayam ke Shandong, mengunjungi Tembok Besar hingga desa perusahaan raksasa, adalah sebuah bukti nyata dari dampak Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia.

Ini menjadi kisah tentang bagaimana pembelajaran langsung dari pengelolaan warisan budaya di Desa Shixia, inovasi pertanian di Weifang, dan transformasi ekonomi melalui perusahaan desa di Nanshan dapat memberi inspirasi yang melampaui batas negara. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Akademisi Indonesia Petakan Jalur Kolaborasi China-Indonesia Usai Kunjungi Sejumlah Desa di Yunnan

Kunjungan ke China Buka Mata Sejumlah Kades Garap Potensi Desa di Indonesia

Sinergi Kejaksaan dan Pemkab Natuna, Program Jaga Desa Cegah Penyimpangan Dana Desa

”Jaga Desa” Dimulai! Kajati Kepri Ajak Kepala Desa Kelola Dana Desa Tanpa Korupsi

Kajati Kepri Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih Melalui Program Jaga Desa

Rombongan Kades Asal Indonesia Studi Banding ke Chengdu, Pelajari Revitalisasi Pedesaan di China

Rombongan Pengusaha Asal China Jajaki Peluang Investasi di IKN

Dari Nol hingga Puncak: Kisah Kebangkitan Ponsel China di Dunia