JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan rombongan pengusaha asal China pada Minggu (7/12/2-25). Kunjungan ini bertujuan, melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur dan menjajaki peluang investasi.
Pertemuan tersebut membahas beragam topik, mulai dari peluang pasar, sektor investasi prioritas, hingga arah pembangunan jangka panjang IKN. Delegasi yang hadir berasal dari berbagai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi, manufaktur, furnitur, pariwisata, produk konsumen, bahan bangunan, sanitasi, hingga industri makanan.
Rombongan ini mencakup perwakilan perusahaan dari Guangzhou, Shenzhen, Hong Kong, dan Hainan, termasuk beberapa perwakilan lembaga riset dan pemikir desain asal China.
Otorita IKN menyebut, pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama, sekaligus membuka potensi kolaborasi strategis dalam pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern, hijau, dan berkelanjutan.
Pembangunan IKN berlangsung dalam lima tahap hingga 2045. Saat ini, pembangunan berfokus di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Mulai Desember tahun ini hingga akhir tahun depan, pembangunan akan berfokus pada konstruksi kawasan legislatif dan yudikatif. Sehingga, IKN diharapkan dapat resmi menjadi ibu kota politik Indonesia pada 2028 sesuai target Presiden Prabowo.
Berdasarkan data Otorita IKN per akhir Mei 2025, nilai investasi asal China di IKN telah mencapai Rp70 triliun, yang sebagian besar berupa skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di sektor perumahan, Moda Unik Terpadu (MUT), dan pembangunan jalan.
Otorita IKN juga telah menerima 36 letter of interest (LoI) dengan potensi investasi di sektor energi, perumahan, digital, pengelolaan sampah, infrastruktur transportasi, infrastruktur dasar, industri hijau, gaya hidup, hingga media dan penyiaran. (hen/ xinhua-news.com)







