Ledakan Pariwisata Ciptakan Momentum Abadi bagi Perekonomian China

Wisatawan mengunjungi taman lahan basah nasional di Xinghua, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 1 Mei 2024. (F. Xinhua/Zhou Shegen)

SHANGHAI (Kepri.co.id – Xinhua) – Pariwisata makin menjadi industri pilar strategis di China, yang berfungsi sebagai salah satu titik fokus pembangunan berkualitas tinggi di negara itu.

Sejak dimulai reformasi dan keterbukaan tahun 1978, terutama sejak tahun 2012, sektor pariwisata China telah memasuki jalur perkembangan yang pesat.

Kereta Wisata Kian Diminati di Tengah Ledakan Pariwisata China

China telah menjadi pasar pariwisata domestik terbesar di dunia, sumber wisatawan mancanegara terbesar, serta destinasi utama bagi pelancong internasional.

Selama beberapa dekade terakhir, masyarakat China telah menyaksikan berbagai peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam standar hidup, dengan kemiskinan absolut berhasil diberantas dan masyarakat yang cukup makmur berhasil terwujud.

Pariwisata telah menjadi permintaan yang kian meningkat di kalangan masyarakat China, yang mencari kualitas hidup lebih baik.

BACA JUGA:   Negara-Negara Timur Tengah Sampaikan Belasungkawa Kematian Presiden dan Menlu Iran

Antara tahun 2012 dan tahun 2021, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata dari pendapatan pariwisata domestik mencapai 10,6 persen. Sedangkan dari tahun 2012 hingga tahun 2019, jumlah perjalanan wisatawan domestik meningkat dua kali lipat.

Pariwisata Genjot Pembangunan Sosial dan Ekonomi China

Tahun 2023, China mencatatkan 4,89 miliar perjalanan wisata domestik, menandai lonjakan yang mengejutkan sebesar 93,3 persen dari tahun sebelumnya.

Selain itu, wisatawan domestik menghabiskan lebih dari 4,91 triliun Yuan (1 Yuan = Rp2.213) atau sekitar 691 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.024) sepanjang tahun, yang mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 140,3 persen dari 2022.

Popularitas pakaian tradisional Hanfu yang bertahan lama, berbagai bentuk warisan budaya takbenda, museum, serta kota-kota dan jalanan kuno yang terawat dengan baik menggambarkan kekuatan konsumsi budaya dan pariwisata di seantero negara itu.

BACA JUGA:   Rudi Resmikan Destinasi Kuliner Tsania Seafood

Titik-titik budaya dan pariwisata yang menjamur, menggarisbawahi potensi besar dan dinamisme pembangunan ekonomi China.

Pasar pariwisata yang berkembang pesat diperkuat sejumlah faktor. Antara lain infrastruktur yang lebih baik, peningkatan pendapatan penduduk, dan pengenalan produk pariwisata yang inovatif.

Beijing Catatkan Rekor Angka Wisatawan Tertinggi Selama Liburan Hari Buruh

Munculnya pariwisata pintar mewakili aspek baru dari konsumsi, dengan sejumlah teknologi. Seperti realitas tertambah (augmented reality/AR), realitas virtual (virtual reality/VR), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), diintegrasikan secara mulus ke dalam berbagai skenario konsumsi, sehingga mendorong pengalaman baru yang imersif dan interaktif.

Wisatawan mengunjungi distrik komersial Qianmen di Beijing, ibu kota China, pada 1 Mei 2024. (F. Xinhua/Li Xin)

Jangkauan objek-objek wisata telah meluas sampai ke luar lanskap alami tradisional dan monumen budaya, hingga mencakup area pedesaan, atraksi es dan salju, situs-situs revolusioner, serta taman hiburan.

BACA JUGA:   Investor Singapura Kembangkan Opus Bay, Rudi: Pemerintah Hadir Bantu Kebutuhan Investasi

China dan Asia Tengah Petik Manfaat Luar Biasa dari Kerja Sama Saling Menguntungkan

Seiring upaya China meningkatkan sistem pariwisata modern dan memajukan pengembangan pariwisata berkualitas tinggi, konsumsi di sektor pariwisata diharapkan dapat mengambil peran yang makin penting dalam meningkatkan permintaan domestik.

Menurut perkiraan, setiap 1 Yuan dari pendapatan industri pariwisata akan menstimulus pendapatan 4,3 Yuan di industri-industri terkait.

Sementara itu, berkat komitmennya terhadap keterbukaan, sektor pariwisata China yang sedang berkembang juga mewakili peluang signifikan untuk meningkatkan pembelajaran dan pertukaran antar peradaban.

Tahun 2023, China menyambut 82,03 juta wisatawan inbound, sedangkan penduduk domestik melakukan 100,96 juta perjalanan outbound. (asa/ xinhua-news.com)