BATAM (Kepri.co.id) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan, melalui pelatihan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi.
Kali ini, Lapas bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wikabi Harapan Jaya, menggelar pelatihan tata boga selama 15 hari, dimulai Senin (13/10/2025).
Kegiatan ini secara resmi dibuka Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Aris Munandar BcIP SSos MSi, didampingi Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH serta jajaran pejabat struktural.
Dalam sambutannya, Aris menekankan pentingnya pelatihan keterampilan, sebagai bagian dari upaya pembinaan dan reintegrasi sosial.
”Pelatihan seperti ini tidak hanya membekali warga binaan dengan kemampuan praktis, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Aris.
Ia menambahkan, keberhasilan program pembinaan akan terlihat ketika warga binaan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh, untuk mandiri setelah bebas nanti. Karena itu, ia mendorong agar pelatihan ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan terukur.
Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan kemandirian, yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
”Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang benar-benar berguna. Tata boga menjadi salah satu bidang yang prospektif, karena dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan, setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Kerja sama antara Lapas Perempuan Batam dan LPK Wikabi Harapan Jaya, diharapkan menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam menghadirkan berbagai pelatihan lain, seperti tata rias, menjahit, dan kewirausahaan.
Melalui pelatihan ini, Lapas Perempuan Batam berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif, produktif, dan humanis. Program keterampilan seperti tata boga diharapkan dapat menjadi sarana perubahan positif, sekaligus langkah nyata mendukung program pemasyarakatan berorientasi kemandirian dan pemberdayaan perempuan.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi perkenalan dan demonstrasi awal memasak, oleh instruktur dari LPK Wikabi Harapan Jaya, yang disambut antusias oleh para peserta pelatihan. (asa)
BERITA TERKAIT:
Kakanwil Aris Munandar Tunjukkan Kepemimpinan Humanis di Lapas Perempuan Batam
Bermanfaat Purna Hukuman, Lapas Perempuan Batam Latih WBP Buat Roti Bersama FPPI







