JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Inisiatif dari para mitra di kawasan, termasuk China dan Pakistan, merupakan langkah-langkah praktik menuju penghentian permusuhan secara permanen, perundingan perdamaian, perlindungan warga sipil, dan normalisasi hubungan ekonomi. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Sugiono dalam pernyataan tertulis kepada Xinhua.
Sejak awal, Indonesia menyerukan kepada pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan permusuhan dan kembali ke meja perundingan, dalam upaya mengatasi masalah mereka sesuai dengan hukum internasional, kata Sugiono.
China dan Pakistan mengeluarkan inisiatif lima poin pada 31 Maret 2026, yang mencerminkan konsensus internasional untuk gencatan senjata dan perdamaian.
Sugiono mengatakan, Indonesia menyambut baik upaya-upaya dalam memprioritaskan dialog dan diplomasi, yang akan mewujudkan kondisi yang diperlukan untuk terciptanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan yang lebih luas di kawasan tersebut dan sekitarnya. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Militer AS Dilaporkan Kehilangan 16 Unit Drone MQ-9 Reaper dalam Perang dengan Iran
Trump Ancam “Kuba akan Jadi yang Berikutnya” Usai Serangan AS terhadap Venezuela dan Iran
Diduga Ditembak Iran, Jet Tempur F-35 AS Lakukan Pendaratan Darurat
Menlu Iran Sebut Iran Punya “Hak Penuh” Membela Diri, Bertekad akan Terus Berjuang
Serangan Besar-besaran AS ke Iran Picu Banyak Pertanyaan
Rusia Kutuk Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Serukan Deeskalasi
Pemimpin Houthi Nyatakan Solidaritas dengan Iran, Siap Hadapi Segala Perkembangan
Media Pemerintah Iran: Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel







