Guterres: Piagam PBB Tidak Boleh Diterapkan Secara Selektif

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyampaikan pidato dalam sebuah acara Majelis Umum untuk memperingati 80 tahun penandatanganan Piagam PBB di markas besar PBB di New York City pada 26 Juni 2025. (F. Xinhua/Xie E)

PBB (Kepri.co.id – Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres pada Kamis (26/6/2025) menyerukan teguran perihal penerapan Piagam PBB yang dilakukan secara selektif, seraya menyatakan, piagam tersebut bukanlah menu a-la-carte.

“Saat ini, kita melihat serangan terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap negara berdaulat, pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional, penargetan warga sipil dan infrastruktur sipil, penggunaan makanan dan air sebagai senjata, serta pengikisan terhadap hak asasi manusia,” paparnya dalam acara Majelis Umum PBB, untuk menandai peringatan 80 tahun penandatanganan Piagam PBB.

“Lagi-lagi kita melihat pola yang sangat familier, yakni patuh jika piagam itu sesuai, abaikan jika tidak,” katanya. “Piagam PBB bukanlah sesuatu yang opsional. Itu bukan menu a-la-carte. Itu adalah landasan hubungan internasional. Kita tidak dapat dan tidak boleh menormalisasi pelanggaran terhadap prinsip-prinsipnya yang paling mendasar.”

“Piagam PBB adalah deklarasi harapan, dan landasan kerja sama internasional untuk dunia yang lebih baik,” kata Guterres. “Piagam tersebut telah memberi kita alat untuk mengubah takdir, menyelamatkan nyawa, dan memberikan harapan ke pelosok dunia yang paling putus asa. Dan kita dapat menarik garis langsung dari pembentukan PBB dan pencegahan perang dunia ketiga.”

Menegakkan tujuan dan prinsip Piagam PBB merupakan misi yang tidak pernah berakhir, kata Guterres, seraya menekankan, urgensi dari sikap menghormati dan berkomitmen kembali pada hukum internasional, dalam perkataan dan perbuatan.

“Pada peringatan ini, saya mendorong semua negara anggota menghayati semangat dan makna piagam tersebut, tanggung jawab yang dituntutnya, dan masa depan yang dicita-citakannya untuk kita bangun bersama, demi perdamaian, keadilan, kemajuan, dan kepentingan kita sebagai rakyat,” katanya.

Piagam PBB, perjanjian dasar badan dunia itu, diadopsi pada 25 Juni 1945 di Konferensi San Francisco dan ditandatangani oleh para delegasi pada hari berikutnya. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Sekjen PBB Khawatir dengan Laporan Israel Perluas Operasi Militer dan Blokir Penyaluran Bantuan di Gaza

Soal Ketegangan Pakistan-India, Sekjen PBB Sebut “Solusi Militer Bukanlah Solusi”

Sekjen PBB Peringatkan “Tidak Ada yang Menang dalam Perang Dagang”

Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Pelanggaran Kedaulatan dan Integritas Teritorial Suriah

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Gencatan Senjata Segera Dicapai di Gaza

PBB: Tahun Ini Catat Rekor Terburuk Kematian Pekerja Kemanusiaan di Seluruh Dunia

Sekjen PBB Disebut Sangat Khawatir dengan Eskalasi Situasi Antara Lebanon dan Israel

Sekjen PBB Bertolak ke China, Singgahi Negara-negara Kepulauan Pasifik dan Singapura Terlebih Dahulu

Sekjen PBB Kecam Pertambahan Korban Jiwa Terus Berlanjut Menyusul Serangan Mematikan Israel ke Sekolah di Gaza

Sekjen PBB Sebut Target Capai Nol Kelaparan di Dunia “Sudah ke Luar Jalur”

Sekjen PBB Dorong Penekanan Kembali Pentingnya Resolusi Politik Atasi Krisis Gaza

Sekjen PBB Suarakan “Kekhawatiran Mendalam” soal Eskalasi Kekerasan Antara Israel dan Hizbullah

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Kamp Pengungsi di Rafah