TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei pada Kamis (5/6/2025) mencap Amerika Serikat (AS) sebagai “kaki tangan pasti” dalam “kejahatan” Israel di Gaza, seperti dilaporkan laman situs resminya, sehari setelah Washington melakukan veto terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan gencatan senjata.
Komentar Khamenei, yang disampaikan dalam sebuah pesan untuk ibadah haji tahunan, mendesak masyarakat internasional memaksa Washington menghentikan perilaku “penindasannya.”
“Ini adalah musim haji kedua yang berlangsung bersamaan dengan terjadinya bencana di Gaza dan Asia Barat,” ujarnya, seraya menambahkan, Israel telah membawa tragedi di Gaza ke “tingkat yang tidak dapat dipercaya” melalui “kekejaman yang mengejutkan dan kejahatan yang tidak tertandingi.”
Pemimpin Iran itu juga menyerukan persatuan umat Islam untuk mencegah Israel melanjutkan aksinya di Gaza.
Pada Rabu (4/6/2025), AS melakukan veto terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB, yang akan menuntut gencatan senjata segera di Gaza dan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Resolusi tersebut, yang diusulkan oleh 10 anggota terpilih Dewan Keamanan, menerima dukungan 14 dari 15 anggota dewan. Veto Washington menuai kecaman dari anggota lainnya. (hen/xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Konflik Berkepanjangan di Gaza Ungkap Sikap “Bermuka Dua” Washington di Timur Tengah
Mengungkap Peran Amerika Dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 1)
Mengungkap Peran Amerika Dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 2-Habis)
Israel Terima 90.000 Ton Lebih Peralatan Militer sejak Konflik Gaza Dimulai
Warga Gaza Tolak Rencana Distribusi Bantuan AS-Israel, Serukan Peningkatan Peran PBB
Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Sanaa, Protes Serangan Udara AS di Yaman dan Perang Gaza
Hamas: Ancaman Trump Perumit Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina
Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza







