YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Kementerian Pertahanan Israel pada Selasa (27/5/2025) menyampaikan, sebanyak 800 unit pesawat kargo militer yang mengangkut lebih dari 90.000 ton peralatan, telah mendarat di negara itu sejak awal serangan yang telah dilancarkannya selama 19 bulan di Gaza.
Pengiriman itu, di mana gelombang terbarunya mendarat akhir pekan lalu, ditujukan terutama untuk mendukung serangan Israel di Gaza dan pertempurannya di Lebanon dan Suriah.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Israel menyampaikan, pengiriman tersebut mencakup amunisi, kendaraan lapis baja, alat pelindung diri, dan pasokan medis, dilakukan melalui kolaborasi misi Israel dengan Amerika Serikat, serta bagian militer Israel lainnya.
Selain pengiriman via udara tersebut, sekitar 140 pengiriman kargo tiba via laut, kata pihak kementerian.
“Operasi pengangkutan via udara dan laut ini, merupakan elemen penting menjaga kesinambungan operasional, memenuhi persyaratan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) yang komprehensif untuk mencapai tujuan perang, dan meningkatkan kesiapsiagaan pasukan,” urai kementerian tersebut.
Israel melancarkan serangan darat dan udara di Gaza pascaserangan 7 Oktober 2023, di mana kelompok pejuang pimpinan Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya, ungkap data Israel.
Pengeboman yang dilakukan oleh Israel sesudahnya telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut, menewaskan sedikitnya 54.056 orang dan melukai 123.129 lainnya, kata otoritas kesehatan di Gaza pada Selasa. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Mengungkap Peran Amerika Dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 1)
Mengungkap Peran Amerika Dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 2-Habis)
Warga Gaza Tolak Rencana Distribusi Bantuan AS-Israel, Serukan Peningkatan Peran PBB
Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina
Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza
Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Sanaa, Protes Serangan Udara AS di Yaman dan Perang Gaza
Wawasan Dunia: Pandangan Masyarakat Timur Tengah terhadap Kebijakan Trump di Timur Tengah
Kelompok Houthi Klaim Serangannya Jatuhkan Jet Tempur F-18 Milik AS







