LHASA (Kepri.co.id – Xinhua) – China telah mencapai terobosan baru dalam pengembangan tenaga angin di ketinggian ultratinggi, dengan proyek energi angin tertinggi di dunia yang terletak di Daerah Otonom Xizang, telah menghasilkan lebih dari 22 juta kWh listrik per Selasa (10/12/2024).
Proyek ini diinvestasikan dan dibangun sejumlah perusahaan, termasuk Datang Xizang Energy Development Co Ltd. Proyek pembangkit listrik tenaga angin ini, memiliki selubung mesin (nacelle) yang terpasang di lokasi tertinggi di ketinggian 5.305 Meter, mencetak rekor baru baik untuk China maupun dunia dalam hal ketinggian.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Xizang. (XHTV)
Proyek tersebut terdiri dari 20 turbin angin, dengan masing-masing berkapasitas 5 Megawatt (MW), dan menghasilkan 223 juta kWh listrik bersih setiap tahunnya, dapat memenuhi kebutuhan listrik tahunan sekitar 230.000 orang, ujar Xu Qiduo, manajer ladang angin tersebut.
Dia menambahkan, proyek cerdas ini hanya membutuhkan 8-10 orang untuk pengoperasian turbin anginnya.
Baca Juga: Perusahaan Energi China Raih Pencapaian Kapasitas Terpasang Energi Baru Ladang Angin
Area-area yang terletak di ketinggian antara 3.500 dan 5.500 Meter, biasanya dianggap sebagai area dengan ketinggian ultratinggi. Area-area ini kaya akan sumber daya angin namun, memiliki tuntutan yang lebih besar terhadap teknologi tenaga angin dan kinerja peralatannya.
Di ladang angin di wilayah Baxoi, Xizang, yang mulai beroperasi pada 31 Oktober 2024, para pekerja mengatasi berbagai tantangan teknis, termasuk terhentinya bilah (blade stall) dan kontrol kondisi yang tidak lazim di area ketinggian ultratinggi, kata Xu.
Turbin-turbin angin tersebut, dirancang khusus untuk tahan terhadap lingkungan dan kondisi cuaca ekstrem, termasuk suhu yang sangat rendah, radiasi ultraviolet yang kuat, dan badai petir yang sering terjadi pada ketinggian ultratinggi, ujar Losum Tsering, seorang pekerja teknis di ladang angin itu.
Baca Juga: Tenaga Surya Siap Salip Tenaga Angin Sebagai Sumber Energi Terbarukan Terbesar di Spanyol
Losum Tsering, seorang warga Tibet setempat, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perbaikan jaringan listrik dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, para penduduk desa seperti dirinya tidak lagi mengalami pemadaman listrik yang berkepanjangan selama beberapa hari berturut-turut.
Proyek pembangkit listrik ramah lingkungan ini, dapat menghemat sekitar 73.100 Ton batu bara standar per tahun dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 182.800 Ton, menurut pihak pembangkit listrik tenaga angin tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga angin di Xizang, yang kaya akan sumber daya energi angin, telah diperluas ke daerah-daerah dengan ketinggian ultratinggi.
Baca Juga: Semakin Banyak Perusahaan China Termotivasi Rambah Perdagangan Listrik Ramah Lingkungan
Tahap kedua dari sebuah ladang angin di Kota Shannan, serta proyek pembangkit listrik tenaga angin dan fotovoltaik berkapasitas 300.000 kW di Kota Xigaze, telah beroperasi dan terhubung ke jaringan listrik negara itu dalam dua tahun terakhir, dengan lokasi nacelle tertinggi terletak di ketinggian melampaui 5.100 Meter.
Xizang telah menjadikan ekologi sebagai prioritas, memandangnya sebagai salah satu dari empat tugas utama di daerah tersebut.
Sebuah buku putih yang diterbitkan pada tahun 2023 lalu, menyatakan, energi bersih menyumbang hampir 90 persen dari kapasitas tenaga listrik terpasang di daerah itu.
China terus membuat terobosan dalam energi bersih dan inovasi teknologi industri hijau, dalam beberapa tahun terakhir.
Kapasitas terpasang tenaga air, tenaga angin, dan tenaga fotovoltaik masing-masing melebihi 300 juta kW, yang semuanya menempati peringkat tertinggi di dunia, menurut sebuah buku putih berjudul Pembangunan Hijau China di Era Baru (China’s Green Development in the New Era) yang dirilis tahun lalu.
Tahun 2019, China merilis sebuah standar nasional untuk turbin angin di dataran tinggi, yang menetapkan berbagai persyaratan teknis yang berlaku untuk turbin angin di daerah dataran tinggi, dengan ketinggian antara 2.000 hingga 5.000 Meter di atas permukaan laut.
Shi Lei, seorang profesor di Fakultas Ekologi dan Lingkungan di Universitas Renmin China, mengatakan, tenaga angin telah menyuntikkan vitalitas ke dalam pengembangan energi bersih di Xizang.
Energi angin berfungsi sebagai pelengkap penting, selama periode output rendah pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga air.
Baca Juga: Turbin Angin Terapung Terkuat di Dunia Selesai Diproduksi di China Timur
“Pengoperasian yang stabil dari proyek pembangkit listrik tenaga angin di ketinggian ultratinggi ini, diperkirakan akan menjadi referensi bagi pembangkit listrik tenaga angin di daerah-daerah dataran tinggi di seluruh dunia,” ujar Shi. (hen/ xinhua-news.com)







