BATAM (Kepri.co.id) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat pondasi pelayanan masyarakat berbasis partisipasi. Walikota Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi, bersama Wakil Walikota Li Claudia Chandra, menunjukkan komitmen kuat meningkatkan kesejahteraan dan peran para kader Posyandu dan Kelurahan Siaga, yang menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan silaturahmi yang digelar di Gedung Nasional Belakangpadang dan SP Plaza Batuaji pada Rabu (30/7/2025), Amsakar dan Li Claudia di dua tempat tersebut, menyapa lebih dari 1.600 kader dari lima kecamatan.
Acara yang dikemas penuh semangat dan kebersamaan itu bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghargaan langsung atas dedikasi para kader dalam mendampingi masyarakat dari tingkat paling dasar.
”Kader Posyandu dan Kelurahan Siaga ini, mitra strategis pemerintah membangun masyarakat yang sehat dan tangguh. Mereka hadir saat bayi ditimbang, imunisasi dijalankan, hingga pencegahan stunting dilakukan,” ujar Amsakar.
Sebagai bentuk nyata dukungan, Pemko Batam memberikan insentif rutin sebesar Rp400 ribu per bulan selama 12 bulan kepada 4.039 kader se-Kota Batam. Walikota menegaskan, langkah ini bukan sekadar insentif, tetapi bentuk penghargaan terhadap kontribusi dan kerja tulus para kader yang selama ini bekerja senyap namun berdampak besar.
”Kami ingin kader-kader ini tetap semangat. Mereka adalah wajah pelayanan pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Tak hanya menyampaikan sambutan, Amsakar dan Li Claudia menyuguhkan kejutan dengan membawakan lagu ”Indonesia Jaya” bersama. Momen itu menyulut semangat dan rasa kebersamaan, menjadi simbol kemitraan harmonis antara pemerintah dan masyarakat, dalam membangun Batam yang sehat dan sejahtera.
Wakil Walikota Batam, Li Claudia, turut memberikan pesan menyentuh. ”Kader bukan hanya pencatat berat badan bayi. Mereka adalah penjaga masa depan Batam. Apa yang dilakukan para kader hari ini, akan menentukan kualitas generasi kita kelak,” katanya.
Ia juga menyampaikan, Pemko Batam sedang mengkaji kemungkinan penambahan insentif, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Baginya, kerja kader adalah bentuk pengabdian yang layak mendapat perhatian lebih.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Leo Putra, menegaskan, program ini bagian dari komitmen Pemko Batam dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sehat secara berkelanjutan.
Program Kader Posyandu dan Kelurahan Siaga:
- Jumlah penerima: 4.039 kader se-Kota Batam
- Besaran insentif: Rp400 ribu/ bulan selama 12 bulan
- Peran kader: Menyukseskan imunisasi, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, menjaga tumbuh kembang anak.
Dengan semangat kolaborasi, Pemko Batam mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam program-program kesehatan berbasis komunitas. Karena pembangunan tidak akan berhasil, tanpa partisipasi seluruh elemen masyarakat.
”Mari kita bangun Batam bersama. Kader adalah pelita. Dan masyarakat adalah energi yang akan menyalakan cahaya perubahan,” tutup Amsakar penuh harapan. (amr)
BERITA TERKAIT:
Pemko Batam Gulirkan Insentif Kader Posyandu, Perkuat Layanan Kesehatan hingga Akar Rumput







