Kalangan Media Indonesia Saksikan Langsung Teknologi Industri dan Bahas Kerja Sama Media di Chengdu, China

Kalangan Media Indonesia Saksikan Langsung Teknologi Industri dan Bahas Kerja Sama Media di Chengdu, China
Foto yang diabadikan pada 6 Agustus 2026 ini, menunjukkan para wartawan Indonesia sedang mengunjungi perusahaan Chengdu Crobotp Robot Technology Co Ltd di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya. (F. Xinhua)

CHENGDU (Kepri.co.id – Xinhua) – Tomy Trinugroho, wartawan senior dari Kompas, baru-baru ini menyaksikan sebuah pabrik di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya, memanfaatkan lengan robotika industri untuk melakukan perakitan serta pengelasan presisi. Tomy mengaku sangat terkesan melihat bagaimana China memanfaatkan teknologi mutakhir, untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kunjungan Tomy di Chengdu Crobotp Robot Technology Co Ltd merupakan bagian dari kunjungan rombongan jurnalis Indonesia di Chengdu pada 5-8 Agustus 2026. Rombongan yang terdiri atas jurnalis dari Kompas, Republika, Warta Ekonomi, dan sejumlah media lainnya itu mengunjungi perusahaan di bidang robotika, perangkat medis cerdas, dan energi hijau, serta basis penangkaran panda raksasa dan sejumlah situs budaya. Selain itu, mereka juga melakukan diskusi dengan rekan-rekan media dari China.

Tomy mengaku terkesan melihat pabrik robotika di Chengdu tersebut, yang telah mampu memanfaatkan teknologi dan memberdayakan manufaktur canggih. “Ini adalah contoh bahwa China sudah melakukan persiapan untuk menyongsong masa depan,” ujarnya.

Wakil Manajer Umum Crobotp Robot, Deng Shihai, mengatakan, perusahaan tersebut melihat potensi pertumbuhan dan peluang pasar yang besar di Indonesia. Perusahaan itu kini tengah mencari peluang kerja sama dengan beberapa mitra di Indonesia dengan tujuan mengekspor robot pengelasan dan pengangkutan ke pasar Indonesia. “Produk ekspor kami sudah meninggalkan jejaknya di 40 lebih negara dan kawasan, tingkat pembelian ulang di kawasan Asia Tenggara terbilang tinggi,” ujar Deng.

Sementara itu, Stevy Maradona dari Republika mengaku senang berkesempatan menjajal massage gun, sepatu pemulihan berbasis tekanan (pressure recovery shoes), serta berbagai peralatan pemulihan cerdas lainnya di SiChuan Qian Li Beoka Medical Technology Co Ltd yang dikenal dengan merek Beoka di pasar internasional.

Foto yang diabadikan pada 6 Agustus 2026 ini, menunjukkan para wartawan Indonesia sedang mengunjungi perusahaan SiChuan Qian Li Beoka Medical Technology Co., Ltd. di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya. (F. Xinhua)

Menurut Ketua Dewan Beoka Zhang Wen, produk-produk kesehatan perusahaan tersebut, telah memasuki pasar Indonesia dan mendapat respons positif berkat kualitas yang andal serta harga yang terjangkau. “Ke depan, kami berencana memanfaatkan e-commerce lintas perbatasan serta memperluas jaringan agen di Indonesia dan mendorong lebih banyak produk digunakan konsumen kami di Indonesia,” papar Zhang.

Energi hijau juga menjadi salah satu sorotan dalam kunjungan tersebut. Di Sichuan Aviation Electrical Micro Energy Co Ltd, Wakil Manajer Umum Pemasaran Luar Negeri Zhao Yu, memperkenalkan solusi penyimpanan energi dan sumber listrik berbasis darat untuk mendukung kebutuhan operasional pesawat. Zhao mengatakan, perkembangan teknologi serupa dapat memenuhi kebutuhan Indonesia dalam mendorong transisi energi. Dia berharap, solusi-solusi canggih tersebut dapat memberikan kontribusi di Indonesia.

Foto dokumentasi ini menunjukkan solusi penyimpanan listrik dan sumber daya energi cerdas yang diterapkan di Bandar Udara Shuangliu Chengdu di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya. (F. Xinhua)

Nurcholis Basyari dari Warta Ekonomi, selaku perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), mengatakan, kerja sama Indonesia-China di bidang energi baru diharapkan terus diperluas, mulai dari kendaraan energi baru (new energy vehicle/ NEV) hingga penerapannya di berbagai sektor lainnya.

Nurcholis juga mengapresiasi transformasi sejumlah bekas kawasan industri di Chengdu menjadi taman bertema musik, museum seni, dan pasar kreasi. “Saya juga mempelajari bagaimana China sudah lama mengadopsi pendekatan hidup harmonis dengan alam via kunjungan di proyek air Dujiangyan dan basis panda raksasa,” kata Nurcholis.

Foto yang diabadikan pada 8 Agustus 2026 ini, menunjukkan sebuah sesi diskusi kalangan media Indonesia dan China di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya. (F. Xinhua)

Selain mengunjungi berbagai perusahaan dan lokasi tersebut, para jurnalis Indonesia juga menggelar diskusi dengan rekan-rekan media di Chengdu, khususnya mengenai pemberdayaan kecerdasan buatan (AI) di industri dan kreasi media untuk menarik generasi muda, serta tren kerja sama media antara Indonesia dan China.

“Media China secara aktif beradaptasi untuk masa depan dan memilih gaya modern yang digemari generasi muda. Inilah yang patut kami teladani, bukan hanya teknologi itu sendiri, tetapi juga cara mengisahkan cerita,” pungkas Tomy pada akhir kunjungan tersebut. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Program Studi Banding Kades Indonesia ke China Resmi Ditutup di Chengdu

Menengok Debut Bayi Panda Raksasa Lucu nan Menggemaskan di Chengdu, China

Rombongan Kades Asal Indonesia Studi Banding ke Chengdu, Pelajari Revitalisasi Pedesaan di China

Berkenalan dengan Oliver, Pemuda Asal Medan yang Kejar Impiannya di “Kota Wine” Ningxia, China

Kunjungan ke China Buka Mata Sejumlah Kades Garap Potensi Desa di Indonesia