Siwo PWI Kepri Peringkat Ketujuh Porwanas, Tertinggi Selama Mengikuti Porwanas

Inilah tiga atlet Siwo PWI Kepri cabor biliar yang meraih 1 medali emas, 1 perunggu, dan 1 perak. Dari kiri Parna Edison Simarmata, Endan Kurnia, dan Putra Gema Pamungkas. (F. dok pwi kepri)

BATAM (Kepri.co.id) – Kontingen Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Provinsi Kepri ketujuh Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-13 di Malang Raya, Jawa Timur yang digelar 20-26 November 2022.

Prestasi peringkat ketujuh ini, Siwo PWI Kepri berhasil memperbaiki peringkat. Pada Porwanas ke-12 sebelumnya di Jawa Barat, kontingen Kepri hanya mampu peringkat 14.

Baca Juga: Siwo PWI Kepri Raih Tiga Medali, Semua Disabet Cabor Biliar

Peringkat dan torehan jumlah medali tersebut, diumumkan langsung Ketua Panitia Porwanas ke-13, Erwin pada acara penutupan Porwanas, Jumat (25/11/2022) sore di Gedung Cakrawala, Kampus Universitas Negeri Malang.

“Alhamdulillah Kepri berhasil memperbaiki peringkat. Ini menjadi peringkat tertinggi Kepri selama mengikuti ajang Porwanas,” ungkap Sekretaris Siwo PWI Kepri, Amir Yunus ke media.

Kontingen Siwo PWI Kepri yang berlaga di Porwanas ke-13 di Malang, Jawa Timur dari 20 sampai 25 November 2022. (F. dok pwi kepri)

Yang lebih istimewa lagi, lanjutnya, peringkat tujuh ini juga menjadikan kontingen Kepri sebagai provinsi kedua di Pulau Sumatera yang mampu menembus 10 besar. Salah satunya Provinsi Lampung yang menempati urutan kelima.

BACA JUGA:   Soal Relokasi, Bahlil: Arahan Presiden Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Pada Porwanas kali ini, kontingen Siwo PWI Kepri menyabet satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas dan perak dipersembahkan atlet unggulan Siwo PWI Kepri, Endang Kurniawan melalui single bola 10 dan single bola 9 di cabang olahraga (cabor) biliar.

Baca Juga: 24 Atlet Terbaik Siwo PWI Kepri Siap Bersaing di Porwanas Malang

Sementara medali perunggu dipersembahkan Parna Edison Simarmata dan Putra Gema Pamungkas dari kategori ganda bola 8 cabor biliar.

“Ini pencapaian terbaik Siwo PWI Kepri, mudah-mudahan di Porwanas selanjutnya kita lebih baik lagi,” harap Amir.

Sementara itu, Ketua Kontingen Siwo PWI Kepri di Porwanas Malang, Herry Dingin Sembiring, mengaku bangga dan mengapresiasi pencapaian terbaik kontingen Siwo PWI Kepri ini.

BACA JUGA:   Terjunkan 166.322 Personel Gabungan, Kapolri Pastikan Seluruh Pihak Siap Amankan Nataru

“Apresiasi dan terima kasih saya untuk semua atlet, official, dan pengurus PWI Kepri yang terlibat di kontingen,” ujar Herry.

Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemprov Kepri, BP Batam, Polda Kepri, bright PLN Batam, sahabat Bg Endi, sahabat Ahmad Surya, dan Tim R yang sudah berkontribusi terhadap kontingen Siwo PWI Kepri.

Torehan maksimal tersebut, lanjut jurnalis Posmetro ini, terasa istimewa karena melalui perjuangan yang luar biasa, mulai dari pemberangkatan, kemudian operasional selama di Malang hingga pulang kembali ke Kepri.

“Ini prestasi luar biasa, karena dari berangkat saja kita sudah terseok-seok dari sisi pendanaan. Bahkan, kita harus memangkas 50 persen jumlah kontingen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Siwo PWI Kepri mempersiapkan total 50 orang yang masuk di kontingen. Karena keterbatasan anggaran, kemudian yang berangkat hanya 24 orang, ditambah lima orang pengurus PWI Kabupaten Bintan. Sehingga, jumlah yang berangkat ke Malang Raya sebanyak 29 orang.

BACA JUGA:   Pelayanan Keliling Izin Lahan BP Batam, Hadir di Kompleks YKB Bengkong

“Jika dibandingkan provinsi lain, kontingen Kepri yang termasuk paling kecil, karena rata-rata mengirim 100 orang peserta. Bahkan, ada kontingen yang berisikan 270 orang peserta,” terangnya.

Berikut peringkat 10 besar di Porwanas Malang tahun 2022, peringkat pertama Jawa Barat, kedua Jawa Timur, ketiga Kalimantan Tengah, keempat Papua.

Selanjutnya peringkat kelima Lampung, keenam Kalimantan Selatan, dan ketujuh Siwo PWI Kepri.

Peringkat kedelapan Bali, kesembilan diduduki DKI Jakarta, dan peringkat kesepuluh diduduki Jawa Tengah. Provinsi Riau berada di urutan 17 dan Provinsi Sumatera Barat di peringkat 19. (now)