BATAM (Kepri.co.id) – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membahas rencana pelaksanaan kebijakan jaringan gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).
Bertempat di Marketing Center BP Batam, kebijakan Jargas ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.
Di mana, jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai salah satu indikator program prioritas nasional dalam rangka mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.
Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia, mendorong Batam sebagai kota investasi dengan standar internasional. Sehingga, pengembangan dan penataan jaringan gas perkotaan menjadi salah satu elemen penting infrastruktur energi.
Kepala BP Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, atas perhatian dan inisiatif strategi mendorong percepatan implementasi kebijakan Jaringan Gas.
Kebijakan ini, merupakan bagian dari upaya substitusi Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (Kg), sekaligus mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.
”Kami mendorong perencanaan jaringan gas di Kota Batam, dapat selaras dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan permukiman, kawasan transmigrasi, serta wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
“Sehingga, manfaat Jargas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, baik di kawasan eksisting maupun kawasan pengembangan baru,” lanjutnya.
Integrasi jaringan gas antarwilayah dan antarsegmen pengguna, baik rumah tangga, usaha kecil, hingga kawasan industri, menjadi hal yang sangat penting.
Integrasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi daerah serta mendukung daya saing Batam, sebagai pusat investasi dan industri nasional.
Amsakar menambahkan, BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen mendukung upaya integrasi tersebut melalui penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan perizinan, serta fasilitasi pemanfaatan lahan dan infrastruktur pendukung. Tentunya, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan.
“Kami juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, pemerintah daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar kebijakan ini dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam,” tutup Amsakar.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, mengatakan, Kota Batam memiliki potensi yang kuat sebagai pilot project pengembangan jargas.
Sebab, Kota Batam didukung kondisi geografis berupa wilayah kepulauan yang relatif terbatas. Sehingga, melalui jaringan gas, memudahkan pengendalian jaringan dan meminimalkan risiko kebocoran distribusi.
“Kota Batam mempunyai karakteristik calon pelanggan, sebagian besar telah memiliki pemahaman dan kesiapan dalam pemanfaatan jaringan gas,” katanya.
Sehingga kata Elen, untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pilot project jaringan gas, diperlukan dukungan dan sinergi Pemko Batam dan BP Batam.
“Khususnya dalam aspek perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas sektor, agar program dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu, dan berkelanjutan,” imbunya.
Turut hadir dalam pembahasan, sejumlah perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN), Ditjen Migas Kementerian ESDM, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PPN, Pemko Batam. (amr)
BERITA TERKAIT:
Energi Terbarukan PLTS Dimatangkan, BP Batam dan Kementerian ESDM Tinjau Ketahanan Energi Listrik
BP Batam Ambil Langkah Strategis Fasilitasi Negosiasi PGN dan PLN, Soal Kenaikan Harga LNG
Batam Ditetapkan Jadi Kota Percontohan Transisi Energi Berkelanjutan oleh Kementerian ESDM
Tingkatkan Daya Saing Kawasan, BP Dukung Pembangunan Infrastruktur Migas di Kota Batam
Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman, Beli di Pangkalan Tunjukkan KTP
Pertamina: Masyarakat Tak Perlu Panik, Selama Ramadan Stok BBM dan LPG Subsidi Tercukupi







