Ismeth Desak Pemerintah Tindaklanjuti Penyaluran PLTS ke Singapura, Peluang Sejahterakan Masyarakat Kepri

Ismeth Desak Pemerintah Tindaklanjuti Penyaluran PLTS ke Singapura, Peluang Sejahterakan Masyarakat Kepri
Mantan Gubernur Kepri, H Ismeth Abdullah saat menjadi Ketua sementara DPD RI bersama wakil ketua sementara, Larasati Moriska pada pelantikan calon anggota DPD RI, Selasa (1/10/2024) lalu. (Foto: Tangkapan Layar Metro Tv)

BATAM (Kepri.co id) – Pemerintah Singapura berencana memasukkan pasokan Pembangkit Listrik tenaga surya (PLTS) dari luar negeri terutama Indonesia, akan sangat berdampak positif bagi Indonesia.

Karena wilayah Indonesia lah yang termasuk sangat dekat dengan Singapura, terutama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Baca Juga: Teken Adendum Kedua, BP Dukung Penuh Pembangunan Proyek PLTS

Provinsi Kepri memiliki wilayah luas, dengan 2.500 pulau dan hampir semuanya berpotensi menjadi titik lokasi pengelolaan listrik tenaga surya. Namun, sampai saat ini belum sepenuhnya diolah.

Dari reses di 38 titik, anggota DPD RI, Drs Ismeth Abdullah (B-39) menampung aspirasi masyarakat di beberapa wilayah di Provinsi Kepri, seperti di Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Lingga.

Baca Juga: Peran Perusahaan China di Balik Kesuksesan Proyek PLTS Ground-mounted Terbesar di Indonesia

“Masyarakat di sana hampir semuanya mengeluhkan kekurangan pasokan listrik dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah-rumah tangga, sekolah, rumah sakit, pusat perdagangan, hotel, penerangan jalan, maupun sektor usaha,” ujar Ismeth.

Ditambahkannya, masyarakat di wilayah pulau-pulau tersebut, sangat antusias mendapatkan informasi ada program pembelian listrik tenaga surya oleh Singapura dari Indonesia.

Baca Juga: PLN-AHP Resmi Operasikan PLTS Ground-mounted 100 MWp di Kawasan Industri KBI Purwakarta, Terbesar di Indonesia

Apalagi, beberapa investor dari dalam negeri sudah bekerja sama dengan Investor dari luar negeri, dan mereka sejak beberapa bulan lalu juga sudah melakukan survei di beberapa pulau-pulau di Provinsi Kepri tersebut.

“Fenomena listrik yang sering mati, dan sangat kurang pasokan, disampaikan warga di setiap pertemuan saat reses menjaring aspirasi masyarakat, serta disampaikan juga secara tertulis oleh masyarakat,” ungkap mantan Gubernur Provinsi Kepri itu.

Baca Juga: Pemprov Kepri dan PT Marubeni Global Teken MoU Bangun PLTS

Sebagaimana diketahui, dari produksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) itu, sekitar 30% nya akan disalurkan untuk kebutuhan masyarakat di lokasi-lokasi tempat PLTS itu didirikan. Inilah yang diharapkan masyarakat di sana.

“Sehingga, yang tadinya kehidupan sehari-hari berada dalam kegelapan atau listrik hidup-mati, menjadi terang benderang. Listrik yang mencukupi untuk kehidupan sehari-hari, baik untuk rumah-rumah tangga, sekolah, rumah sakit, pusat perdagangan, hotel, penerangan jalan, maupun sektor usaha. Mereka semua bersedia membayar listrik kepada PLN, sebagaimana selama ini mereka juga membayar, namun pasokan listriknya masih sangat-sangat minim sekali,” papar mantan Ketua Otorita Batam (OB) itu menjelaskan.

Baca Juga: Energi Terbarukan PLTS Dimatangkan, BP Batam dan Kementerian ESDM Tinjau Ketahanan Energi Listrik

Untuk itu, tegas Ismeth, sangat diharapkan sekali perhatian pemerintah pusat terutama kementerian terkait, menindaklanjuti rencana pembelian PLTS oleh Singapura itu dengan sungguh-sungguh, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, juga akan membuka lapangan kerja yang besar bagi wilayah pulau-pulau di Provinsi Kepri. Hal ini, dengan sendirinya akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi warga di sana.

Baca Juga: Calypte dan Terragama Bangun PLTS 1,2 Gigawatts Diekspor ke Singapura

“Saya mengimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, kiranya segera menindaklanjuti peluang baik untuk kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepri, terutama yang berada di pulau-pulau tersebut,” pungkas Ismeth. (amr)