TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-65 yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Selasa (22/7/2025), bukan sekadar seremonial tahunan.
Di tengah perubahan zaman yang cepat, momentum ini menjadi titik refleksi dan evaluasi, atas peran kejaksaan dalam menegakkan hukum yang adil, profesional, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Acara sederhana namun sarat makna ini dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri J Devi Sudarso, Wakajati, para asisten, pejabat struktural, seluruh pegawai Kejati Kepri, serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kepri.
Dalam sambutannya, Kajati J Devi Sudarso, menegaskan, HBA ke-65 harus menjadi pengingat penting bagi seluruh insan Adhyaksa, terus berbenah dan memperkuat integritas menghadapi dinamika hukum yang semakin kompleks.
”Tema HBA ke-65 tahun ini adalah Akselerasi Kejaksaan untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arahan konkret, agar kita adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjaga integritas, dan membuka diri untuk kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan keadilan yang menyentuh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Evaluasi dan Harapan
Kajati menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kejaksaan dalam memberikan pelayanan hukum.
Ia mengajak seluruh insan Adhyaksa di wilayah Kepri untuk terus menjaga marwah institusi, meningkatkan kompetensi, dan bekerja dengan hati nurani.
”Kita perlu terus bertanya, apakah hukum yang kita tegakkan sudah cukup humanis? Apakah masyarakat merasa dilindungi dan didengarkan? HBA ini adalah saat yang tepat, menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan tindakan nyata,” tambahnya.
Menatap Masa Depan: Peluang dan Perbaikan
Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, penegakan hukum tidak bisa lagi dijalankan dengan cara-cara lama. Kajati menyoroti peluang digitalisasi, sistem peradilan berbasis teknologi, serta pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari transformasi kejaksaan.
”Perubahan zaman menuntut kita berpikir dan bekerja secara berbeda. Ini tantangan sekaligus peluang untuk memperbaiki diri dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kejaksaan,” kata Devi.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan doa syukur atas usia 65 tahun Kejaksaan RI, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan penghargaan terhadap pengabdian pegawai.
Nuansa Kekeluargaan dalam Profesionalisme
Meski berlangsung sederhana, suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti seluruh rangkaian acara. Ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas berat sebagai aparat penegak hukum, ada nilai-nilai kemanusiaan yang tetap dijunjung tinggi oleh setiap insan Adhyaksa.
Dengan semangat reflektif ini, HBA ke-65 menjadi titik tolak baru untuk membangun kejaksaan yang tidak hanya tegas dan profesional, tetapi juga terbuka, adaptif, dan hadir untuk rakyat. (rizki)
BERITA TERKAIT:
Tegakkan Integritas, Emban Amanah dengan Hati: Kajati Kepri Lantik 10 Pejabat Baru
”Jaga Desa” Dimulai! Kajati Kepri Ajak Kepala Desa Kelola Dana Desa Tanpa Korupsi
Bakti Sosial Kajati Kepri: Menyapa Warga dan Petugas di Pulau Terkulai dan Tunjuk
Adhyaksa Bergerak: Jaksa Agung Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Semangat Baru untuk Penegakan Hukum
Kajati Kepri dan IAD Kepri Berbagi Keberkahan Ramadan Lewat Bakti Sosial di Beberapa Lokasi
Kajati Kepri Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih Melalui Program Jaga Desa
25 Tahun Mengabdi, IAD Wilayah Kepri Kokohkan Peran Penyangga Moral Korps Adhyaksa
Kejati Kepri dan IAD Kepri Gelar Pasar Murah Ramadan, Ribuan Warga Antusias Berbelanja Sembako Murah
Praperadilan Heri Ditolak, Kejati Kepri Siap Gaspoll Penyidikan Kasus PNBP Pelabuhan Batam







