YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Israel pada Minggu (18/5/2025) melancarkan serangan darat besar-besaran ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza, menandai babak baru dalam konfliknya dengan Hamas.
Sementara itu, Israel mulai melonggarkan blokade untuk mengizinkan masuknya bantuan secara terbatas ke wilayah tersebut, di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang kian memburuk.
Militer Israel mengatakan, pasukan darat termasuk pasukan cadangan, melancarkan “operasi ekstensif” di Gaza utara dan selatan di bawah serangan yang mereka namai sebagai “Kereta Perang Gideon” (Gideon’s Chariots).
Peluncuran operasi ini, menandai babak baru dalam konflik Israel dengan Hamas dan faksi-faksi militan lainnya yang telah berlangsung selama 20 bulan.
Tujuan dari operasi “Kereta Perang Gideon” itu, termasuk merebut wilayah-wilayah penting dari daerah kantong tersebut, mendorong mayoritas penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 2 juta agar bergerak lebih jauh ke arah selatan, dan melanjutkan distribusi bantuan kemanusiaan di bawah pengawasan Israel yang lebih ketat, kata para pejabat Israel.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan, telah menewaskan “puluhan” militan, membongkar infrastruktur militer di permukaan maupun di bawah tanah.
Kini, pihaknya telah menempati posisi-posisi strategis di dalam Gaza dan berjanji akan melanjutkan operasi di Jalur Gaza, “untuk membela warga sipil Israel.”
Selain operasi darat, Israel juga melancarkan serangan udara ke daerah kantong tersebut, menewaskan sedikitnya 110 orang, ungkap sumber-sumber Palestina.

Di tengah meningkatnya kritik internasional atas krisis kemanusiaan yang buruk di Gaza, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Minggu (18/5/2025), mengumumkan keputusan mencabut blokade di Gaza guna mengizinkan masuknya bantuan secara terbatas.
Badan-badan PBB telah melaporkan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza sejak blokade tersebut diberlakukan pada 2 Maret 2025 lalu. Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification) sebelumnya, pada Mei 2025 ini melaporkan, sekitar 93 persen penduduk Gaza mengalami kerawanan pangan, mulai dari tingkat krisis hingga katastrofe.
Dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu mengatakan, Israel akan mengizinkan masuknya makanan dalam jumlah “mendasar” untuk penduduk Gaza guna mencegah krisis kelaparan, tanpa menyebutkan kapan bantuan tersebut akan mulai masuk atau melalui mekanisme apa.
Lembaga penyiaran publik milik pemerintah Israel, Kan, melaporkan, pengiriman bantuan akan dimulai “secepatnya,” dengan distribusi yang akan dilakukan oleh organisasi-organisasi bantuan internasional yang telah beroperasi di Gaza.
Sementara sebuah mekanisme distribusi baru, yang menurut Israel akan diimplementasikan melalui sebuah perusahaan Amerika Serikat, masih belum diluncurkan.
Sementara itu, kantor Netanyahu mengonfirmasi, sebuah tim negosiasi Israel terlibat dalam perundingan tak langsung di Doha, mengenai kesepakatan pembebasan sandera dengan Hamas, yang berpotensi mencakup pengakhiran konflik Gaza.
Menurut perkiraan Israel, 58 dari 251 sandera yang diculik Hamas dalam serangannya pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan masih berada di Gaza. Di antara 58 sandera tersebut, 20 orang diyakini masih hidup.
Sejak Israel melanjutkan operasi militernya pada 18 Maret 2025, sebanyak 3.193 warga Palestina tewas dan 8.993 lainnya terluka, menjadikan total korban tewas di Gaza sejak konflik tersebut dimulai pada Oktober 2023 menjadi 53.339 orang, dengan 121.034 lainnya terluka, ungkap otoritas kesehatan di Gaza pada Minggu tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
PBB: Israel Blokade 71 Persen Wilayah Jalur Gaza bagi Warga Palestina
Netanyahu Sebut Israel akan Masuki Gaza, dengan Kekuatan Penuh dalam Beberapa Hari Mendatang
Perawatan Maternal di Segelintir Rumah Sakit yang Tersisa di Gaza Alami Tekanan
Sistem Penyediaan Air Minum Kolaps, Warga Gaza “Hampir Mati Kehausan”
Warga Gaza Tolak Rencana Distribusi Bantuan AS-Israel, Serukan Peningkatan Peran PBB
Israel Sebut akan Pindahkan Seluruh Penduduk Gaza ke Selatan
Otoritas Kesehatan Sebut 16.000 Lebih Anak Tewas di Gaza sejak Perang Meletus
Israel Setujui Rencana Perluasan Operasi Militer dan Pendudukan Gaza
Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut
Warga Gaza yang Kelaparan Antre Panjang Dapatkan Bantuan Makanan yang Terbatas
FAO Peringatkan Gaza Berisiko Tinggi Alami Kelaparan Akut
Penduduk Lokal Alami Kelaparan Akibat Konflik Berbulan-bulan di Gaza
Potret Timur Tengah: Sedikitnya 57 Warga Gaza Meninggal Akibat Malanutrisi Sejak Oktober 2023







