Otoritas Kesehatan Sebut 16.000 Lebih Anak Tewas di Gaza sejak Perang Meletus

Otoritas Kesehatan Sebut 16.000 Lebih Anak Tewas di Gaza sejak Perang Meletus
Seorang anak Palestina yang menderita malanutrisi parah terlihat di Rumah Sakit Anak Al-Rantisi di Gaza City pada 4 Mei 2025. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Lebih dari 16.000 anak tewas di Jalur Gaza sejak dimulai serangan militer Israel pada 7 Oktober 2023, yang berarti satu anak tewas setiap 40 menit. Demikian dilaporkan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Senin (5/5/2025).

Marwan al-Hams, direktur rumah sakit lapangan dari otoritas kesehatan Gaza, mengatakan, korban tewas meliputi 16.278 anak, termasuk 908 bayi dan 311 bayi baru lahir yang meninggal pascakelahiran. Pernyataan itu disampaikan Al-Hams, dalam konferensi pers di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan.

Otoritas Kesehatan Sebut 16.000 Lebih Anak Tewas di Gaza sejak Perang Meletus
Seorang anak Palestina Ahmed Khaled Hijazi (kiri) terlihat di antara reruntuhan bangunan di Kota Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 27 April 2025. Bocah Palestina cilik berusia tujuh tahun itu, kehilangan mata kanannya akibat terkena sisa-sisa bahan peledak militer Israel. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Dia menyoroti, situasi kemanusiaan memburuk secara signifikan sejak Israel menutup perlintasan pada awal Maret 2025 lalu, menghambat layanan kesehatan penting. Hal ini menyebabkan ribuan anak dan ibu hamil tidak dapat mengakses perawatan medis, yang semakin memperburuk krisis.

Sejumlah besar anak terpaksa hanya makan satu kali dalam sehari dengan menu yang tidak lengkap, dengan akses terbatas ke air minum bersih dan nutrisi yang layak, akibat tindakan Israel yang menyasar infrastruktur dan menutup akses bantuan, katanya.

Otoritas Kesehatan Sebut 16.000 Lebih Anak Tewas di Gaza sejak Perang Meletus
Warga Palestina menunggu untuk mendapatkan makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City pada 24 April 2025. (F. Xinhua/Mahmoud Zaki)

Dia juga menyebutkan, ribuan anak tinggal di pusat-pusat pengungsian tanpa kebutuhan dasar, sementara ibu hamil menghadapi tantangan signifikan ketika ingin menjangkau rumah sakit.

Israel menghentikan penyaluran barang dan pasokan ke Gaza pada 2 Maret 2025, menyusul berakhirnya tahap pertama kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada Januari 2025. Tahap kedua dari kesepakatan itu belum terwujud, karena kedua belah pihak belum mencapai titik temu.

Sementara itu, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, melaporkan, sedikitnya 54 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel pada Senin (5/5/2025), yang menyasar rumah, kendaraan, dan tempat berkumpulnya warga Palestina di berbagai wilayah di Gaza.

Seorang wanita Palestina menggendong jenazah anak yang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza City pada 23 April 2025. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Lebih dari 52.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023, termasuk sekitar 2.500 orang yang tewas sejak Israel melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret 2025 lalu, yang menandai berakhirnya gencatan senjata selama dua bulan. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Pejabat Peringatkan Memburuknya Situasi Kesehatan dan Kemanusiaan di Gaza jika Blokade Israel Berlanjut

Tentara Israel Tewaskan Anggota Biro Politik Hamas dalam Serangan terhadap Rumah Sakit di Gaza

Kepala OHCHR Serukan Penyelidikan Atas Serangan Israel terhadap Rumah Sakit di Gaza

Sistem Layanan Kesehatan yang Hancur Akibat Serangan Israel Perparah Derita Pasien Gaza

Gaza Hadapi Kelaparan Setelah Toko Roti Tutup dan Bantuan Menipis

Israel Perintahkan Warga Gaza Utara Segera Mengungsi di Tengah Ekspansi Militer

Pekerja Asing PBB Tewas Akibat Pengeboman Israel di Gaza Tengah

Warga Palestina yang Sakit akan Dibawa via Perlintasan Rafah, Dirawat di Luar Negeri