YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (7/5/2025), mengatakan, rencana perluasan operasi militer di Jalur Gaza akan memaksa seluruh penduduk daerah kantong tersebut, untuk pindah ke sebuah daerah terbatas di bagian selatan atau beremigrasi secara “sukarela”, seiring pasukan Israel bersiap menguasai seluruh wilayah itu.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Yerusalem. (XHTV)
“Kami akan bertindak dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai semua tujuan tercapai, termasuk rencana emigrasi sukarela bagi penduduk Gaza,” kata Katz, dalam sebuah pertemuan penilaian situasi dengan para komandan senior yang diadakan sebagai persiapan untuk operasi tersebut, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas namanya.
Pengumuman itu muncul, di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, di mana penduduknya mengalami kelaparan dan kekurangan pangan massal, sejak Israel memblokir semua bantuan kemanusiaan pada 2 Maret 2025 lalu.
Katz mengatakan, operasi baru itu yang disetujui oleh kabinet keamanan Israel pada Senin (5/5/2025), dimaksudkan untuk melumpuhkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas, serta mengamankan pembebasan 59 sandera yang masih ditahan di daerah kantong tersebut.
Tidak seperti operasi-operasi sebelumnya, “IDF akan tetap berada di setiap wilayah yang mereka kuasai,” ujarnya.
Namun, dia menambahkan, pasukan Israel masih dalam persiapan memberikan “kesempatan, hingga akhir kunjungan presiden Amerika Serikat (AS) ke kawasan itu, guna mencapai kesepakatan terkait sandera berdasarkan ‘rencana Witkoff’.”
Presiden AS, Donald Trump akan mengunjungi kawasan Teluk itu pada 13-16 Mei 2025 mendatang.
“Rencana Witkoff”, yang dinamai sesuai dengan nama Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff dan secara resmi dipresentasikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada awal Maret 2025, mengusulkan pembebasan sandera Israel tambahan dengan imbalan gencatan senjata selama 50 hari, dan sebuah janji melakukan perundingan mengenai gencatan senjata yang lebih lama.
Proposal tersebut, tidak menyebutkan penarikan pasukan Israel atau pembebasan tahanan Palestina, yang menjadi dua tuntutan utama Hamas.
Katz mengatakan, meskipun gencatan senjata tercapai, “Israel tidak akan menarik diri dari zona penyangga keamanan”, mengacu pada wilayah yang telah dikuasai tentara Israel. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Sistem Layanan Kesehatan yang Hancur Akibat Serangan Israel Perparah Derita Pasien Gaza
Erdogan Sebut Turki akan Terus Bekerja Sama dengan Indonesia dalam Rekonstruksi Gaza
Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza
Israel Perintahkan Warga Gaza Utara Segera Mengungsi di Tengah Ekspansi Militer
Blokade Bantuan dan Tewasnya Staf PBB Hambat Pengiriman Bantuan Kemanusiaan di Gaza







