TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Pemanfaatan digital marketing oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanjungpinang, masih tergolong minim. Padahal, peluang memperluas pasar melalui media digital terbuka sangat lebar.
Hal ini terungkap dalam pelatihan UMKM bertema digital marketing yang digelar di Aston Hotel Tanjungpinang, Rabu (17/9/2025). Devi Yanti Nur, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Tanjungpinang, yang hadir sebagai narasumber, mengawali materinya dengan pertanyaan sederhana.
”Semua punya smartphone?” tanya Devi.
Serentak para peserta mengangguk. Bahkan, salah satu peserta, Winda, pelaku usaha kuliner, menjawab ringan, ”Ini dunia kita, Bu, sekarang.”
Namun, ketika ditanya siapa yang sudah benar-benar menggunakan media sosial untuk memasarkan produk. Hanya segelintir peserta yang mengaku aktif. Selebihnya, akun media sosial mereka masih digunakan sekadar untuk hiburan.
”Padahal, fungsi digital marketing itu luar biasa. Ia bisa merobohkan batas ruang, waktu, dan jarak, sehingga informasi produk sampai lebih cepat, jelas, dan tepat sasaran,” jelas Devi.
Dari data yang dihimpun, Tanjungpinang masih minim kreator produktif dan belum memiliki produk lokal yang viral. Hal ini membuat potensi UMKM belum tergarap maksimal di ranah digital.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi SSTP MSi, yang turut hadir, menegaskan pentingnya pelatihan ini.
”Program ini memang dirancang sesuai kebutuhan UMKM kekinian. Kalau tidak kita dorong sekarang, UMKM Kepri akan tertinggal dibanding daerah lain,” ujarnya.
Menurut Riki, pelatihan ini disusun padat dengan dukungan dana alokasi khusus Kementerian Koperasi dan UMKM. Ribuan UMKM di Kepri sudah mengikuti program serupa dengan target naik kelas, memiliki brand kuat, serta keterampilan digital yang mumpuni.
Bahkan, pemerintah membuka peluang lebih luas melalui program beasiswa konten kreator dan affiliate. ”Bagi yang suka membuat konten, live streaming, atau berdagang online, silakan daftar di link bit.ly/creatorjoin_JA. Program ini inkubasi penuh, sampai peserta benar-benar bisa menghasilkan,” ajak Riki.
Lebih lanjut, Riki menyampaikan, program ini merupakan arahan Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad SE MM, untuk mendorong lahirnya kreator yang mampu mengeksplorasi potensi daerah, mulai dari kuliner, budaya, hingga pariwisata. Dengan begitu, UMKM tidak hanya tumbuh, tapi juga mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan investor dari luar provinsi.
”Insya Allah kegiatan ini berkelanjutan. Selain itu, para pelaku UMKM juga akan mendapatkan akses permodalan melalui Koperasi Merah Putih yang sebentar lagi diluncurkan,” pungkas Riki penuh optimisme. (asa)
BERITA TERKAIT:
PLN Batam Gandeng BRI, Latih Pelaku UMKM Digital Marketing
Srikandi PLN Batam Latih Pelaku UMKM Binaan Naik Kelas, Tingkatkan Kemampuan Digital Marketing
Kebutuhan Zaman, Pemko Latih Pelaku Usaha Digitalisasi Marketing
Batam Kota Modern Sejalan dengan Kecakapan Digital Masyarakat
”Pahlawan Pangan: Gerakan MBG dan Koperasi Merah Putih Bangkitkan Kekuatan Rakyat!”







