PALUTA (Kepri.co.id) – Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu), Hassanudin membuka pekan inovasi dan investasi akan membangun daya saing ekonomi Sumut di Istana Maimon Medan, Senin (13/5/2024)
Pekan inovasi dan investasi Sumut ini, berlangsung 15 sampai 18 Mei 2024 mendatang.
Baca Juga: Kodam I Bukit Barisan Expo 2023, Pemkab Paluta Pamerkan Batik Tulis Candi Portibi
Pekan inovasi dan investasi Sumut adalah kegiatan pameran yang diadakan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Tujuannya, membangun komunikasi strategis tentang investasi dan potensi daerah, menciptakan media informasi dan promosi yang efektif dan objektif, tentang pembangunan pemerintah daerah, khususnya Provinsi Sumut.
“Membangun pemasaran produk-produk strategis dan potensial, serta produk-produk karya kreatif dan inovatif masyarakat, mitra usaha dan institusi lainnya,” ujar Pj Gubsu.
Baca Juga: Majukan UMKM dan Budaya, Pemkab Paluta Perkenalkan Sirup Balakka
Selain itu, pekan inovasi dan investasi juga sebagai media promosi dan publikasi seni dan budaya, meningkatkan kreativitas masyarakat luas dan pemerintah daerah di bidang pengembangan iptek, seni, dan budaya. Sehingga, mampu membangun daya saing ekonomi Sumut.
Penyelenggaraan pekan inovasi dan investasi Sumut ini, lanjut Pj Gubsu, untuk memberi kesempatan bagi BUMN, BUMD, Lembaga, Kementerian, para pengusaha UMKM, serta pemerintah daerah kabupaten/ kota se-Sumut yang akan menampilkan dan menginformasikan jenis-jenis kegiatan dan produk-produk unggulan kepada masyarakat luas.
Seperti hadirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas Utara (Paluta) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dapat menampilkan batik tulis khas Paluta.
Batik tersebut, memiliki lima motif yakni Candi Portibi, Horas Batak Paluta. Selain memiliki banyak motif, batik khas Paluta ini, memiliki beragam warna mulai dari merah, hijau, ungu, jingga, maupun ungu.
“Batik tulis ini yang paling best seller, memang dicanting sendiri, diwarnai sendiri, dan dijemur sampai menghasilkan lembaran batik untuk dijual,” kata Kadis Perindag Pemkab Paluta, Ridi AP melalui Kabid Industri, Parlin Muda Harahap SSTP.
Dalam selembar kain batik tulis, memiliki ukuran 2 meter, harga mulai dari Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per lembar.
“Alhamdulillah, sudah ekspansi ke luar daerah. Kita rutin ikut pameran-pameran, termasuk pekan inovasi dan investasi yang digelar di lapangan Istana Maimon Kota Medan ini,” ujar Parlin Muda. (roji)







