BPBD Anambas Seleksi Wilayah Prioritas Penempatan Bantuan Toren dan Mesin Air

F. Latif Sabrian

ANAMBAS (Kepri.co.id)Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Tarempa, menyerahkan bantuan lima toren air dan lima mesin penyedot air kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui BPBD, Senin (14/9/2026).

Penyerahan berlangsung di Kantor BPBD Anambas sekitar pukul 13.30 WIB. Bantuan tersebut, ditujukan untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, banjir, serta kebakaran.

Lima toren yang diserahkan masing-masing memiliki kapasitas 2 ton. Dengan demikian, seluruh toren mampu menampung hingga 10 Ton air. Selain itu, Bank Riau Kepri Syariah turut menyerahkan lima mesin penyedot air yang dilengkapi peralatan dan selang.

Manajer Bank Riau Kepri Syariah Cabang Tarempa, Dedy Firdaus, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab lingkungan sosial (TJLS) perusahaan. Menurutnya, peralatan itu memiliki fungsi yang dapat disesuaikan dengan kondisi bencana di lapangan.

Dedy mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab lingkungan sosial (TJLS) Bank Riau Kepri Syariah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, toren dapat dimanfaatkan untuk menghadapi kondisi kekeringan. Sementara itu, mesin penyedot air juga dapat digunakan ketika terjadi banjir maupun kondisi lain yang membutuhkan penyedotan air.

“Kondisi seperti kekeringan dan kebakaran. Bisa juga saat banjir, mesin ini digunakan menyedot air. Banyak manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Dedy juga membuka kemungkinan adanya dukungan lanjutan. Namun, hal tersebut tetap menyesuaikan kondisi dan kemampuan bantuan yang tersedia. Ia menyebut, usulan lima unit tambahan pada tahun berikutnya bisa saja dilakukan.

Menurut dia, bantuan idealnya dapat disiapkan sebelum memasuki musim kemarau. Dengan begitu, peralatan sudah tersedia ketika kebutuhan masyarakat mulai meningkat.

“Kalau bisa, bantuan seperti ini kita adakan sebelum musim kemarau. Kalau sekarang, barangnya baru sampai saat musim kemarau sudah berlangsung,” katanya.

BPBD Tentukan Lokasi Berdasarkan Kebutuhan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi SP, mengatakan, lima toren dan mesin penyedot air tersebut belum langsung dibagi ke wilayah tertentu. BPBD akan melakukan survei terlebih dahulu, untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan.

Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki 10 kecamatan. Karena jumlah bantuan baru lima unit, BPBD harus menentukan wilayah berdasarkan tingkat kebutuhan dan kedaruratan.

“Penempatan bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, serta tingkat kedaruratan di masing-masing wilayah,” kata Rovaniyadi.

Untuk saat ini, BPBD belum menetapkan wilayah prioritas. Nantinya, potensi kekeringan menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, jumlah tandon yang sudah tersedia di suatu wilayah juga akan diperiksa, agar bantuan tidak ditempatkan pada daerah yang kebutuhannya sudah tercukupi.

BPBD juga akan mempertimbangkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Wilayah dengan risiko yang lebih besar akan menjadi bagian dari penilaian. Peralatan tersebut nantinya dapat digunakan pos BPBD bersama masyarakat ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan.

Rovaniyadi menegaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan penanganan kondisi tanggap darurat. Karena itu, penggunaannya tidak ditujukan untuk kebutuhan rutin yang tidak berkaitan dengan penanganan bencana.

“Peralatan ini diperuntukkan membantu masyarakat yang membutuhkan saat terjadi kondisi darurat. Penggunaannya untuk penanganan tanggap darurat, bukan untuk kebutuhan rutin seperti menyiram taman,” ujarnya.

Di lapangan, BPBD juga tetap melakukan pengecekan sebelum memberikan dukungan. Laporan dari masyarakat tidak serta-merta menjadi dasar penyaluran peralatan. Petugas akan memastikan kebutuhan tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

Bagi BPBD, tambahan peralatan ini meningkatkan kesiapsiagaan personel. Peralatan dapat digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi kondisi darurat. Sebelumnya, petugas harus mengandalkan peralatan yang sudah tersedia dengan kapasitas terbatas.

Rovaniyadi menyebut, BPBD sebelumnya mengajukan kebutuhan 10 unit karena terdapat 10 pos yang membutuhkan dukungan peralatan. Namun, bantuan yang diterima saat ini baru lima unit. Karena itu, BPBD akan melakukan seleksi untuk menentukan pos yang paling membutuhkan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Riau Kepri Syariah. Bantuan tersebut diajukan melalui proposal dan ditujukan untuk mendukung tugas serta fungsi BPBD dalam penanggulangan bencana.

Kondisi geografis Anambas yang terdiri atas pulau-pulau membuat kebutuhan peralatan di sejumlah wilayah menjadi penting. Ketika bencana terjadi, akses menuju lokasi tidak selalu mudah. Karena itu, ketersediaan peralatan di titik tertentu dapat membantu pos dan personel BPBD merespons kejadian lebih cepat.

BPBD juga berharap dukungan serupa dapat kembali diberikan. Selain tambahan toren dan mesin penyedot air, pemerintah daerah berharap ada dukungan peralatan lain yang sesuai kebutuhan penanganan bencana.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan, terima kasih kepada Bank Riau Kepri Syariah atas bantuan yang diberikan. Ia juga meminta BPBD, menjaga peralatan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam kondisi yang membutuhkan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bank Riau Kepri, yang telah memberikan bantuan toren dan mesin air ini. Saya berharap, BPBD dapat menjaga dan merawat bantuan yang telah diberikan agar bisa digunakan saat masyarakat membutuhkan,” ujar Aneng. (LS)

BERITA TERKAIT:

Bank Riau Kepri Siap Tampung Modal CV Barokah Utama Batam Kelola TPA Punggur

Cadangan Air Menipis, Pemkab Anambas Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

Polsek Siantan Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tarempa Timur

Tarempa Diguyur Hujan, Warga Senang Usai Beberapa Pekan Dilanda Kekeringan