PB GASMADA Demo Kejari Paluta, Tuntut Penuntasan Korupsi Dana Desa

Pengurus Besar Gerakan Aksi Mahasiswa Pemuda (PB GASMADA), berunjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (8/11/2023). (F. roji)

PALUTA (Kepri co.id) – Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Pengurus Besar Gerakan Aksi Mahasiswa Pemuda (PB GASMADA), berunjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (8/11/2023).

Aksi ini dilakukan mewujudkan penyelenggaraan negara yang bebas dan bersih dari kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Massa pengunjuk rasa, mendorong Kejari menuntaskan dugaan kasus korupsi dana desa yang ada di Paluta.

Ketua Umum PB GASMADA, Hoirul Umam Harahap, mengatakan, ada beberapa kasus dugaan korupsi di Paluta yang harus segera dituntaskan.

Hoirul memberikan contoh, kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan.

Disebutkan Hoirul, hasil audit investigasi pihak Inspektorat Paluta, aparat Pemerintah Desa Hutaimbaru dinyatakan belum menyetor pajak Rp9.402.251,38 ke kas negara dan surat pertanggung jawaban (SPJ), belum selesai dikerjakan. Padahal, sudah lama bangunan tersebut selesai dikerjakan.

“Kami mendorong dan menekan kepada Kejaksaan dan Kepolisian, untuk menyelesaikan secepatnya kasus dugaan korupsi di Desa Hutaimbaru,'” ujar Umam.

Kepada Kejari Paluta, kata Hoirul, pihaknya sudah lama menunggu penegakan hukum kepada koruptor.

“Kita meminta, kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Rura Tarutung Desa Hutaimbaru tersebut,diusut. Jika perlu, bentuk tim dari Kejari atau pihak yang sudah teruji melakukan audit investigasi sebagai pembanding,” saran Umam.

Seperti diketahui, hasil audit Inspektorat Paluta dijelaskan, akibat robohnya jembatan Rura Tarutung Desa Hutaimbaru tersebut akibat tingginya curah hujan.

Sementara itu, Umam menduga, ambruknya jembatan tersebut diduga pihak teknisi tidak diberdayakan. Sehingga, pembangunan jembatan sangat di luar hal kewajaran.

Bahkan, bangunan jembatan tersebut diduga tanpa menggunakan angker besi, ditambah dugaan campuran semen dan volume yang kurang, papan informasi tidak dipajang di lokasi bangunan sampai bangunan selesai.

“Hasil informasi yang dihimpun, anggaran biaya pembangunan jembatan tersebut berasal dari Dana Desa Tahun Anggaran 2022, realisasinya tahun Anggaran 2023 dengan pagu Rp. 150.000.000,” kata Umam saat berorasi. (roji)