Batam  

Warga Buana Vista Tahap Pertama Protes, 14 Tahun Tak Nikmati Layanan Air Bersih 24 Jam

Warga Perumahan Buana Vista tahap pertama Batam Center unjuk rasa membawa karton berisi tulisan dan ember di fasum perumahan, protes 14 tahun tidak mendapatkan layanan air bersih 24 jam, Minggu (7/5/2023). (F. amr)

BATAM (Kepri.co.id) – Warga Perumahan Buana Vista tahap pertama Batam Center, protes tidak mendapatkan layanan air bersih 24 jam. Keluhan ini dirasakan warga, sudah 14 tahun tepatnya sejak 2009 lalu.

Aksi protes warga yang didominasi kaum ibu, dilampiaskan warga di fasilitas umum (fasum) perumahan, dengan membawa kertas-kertas karton bertuliskan kata-kata kecewa dan protes atas layanan air bersih, Minggu (7/5/2023).

Baca Juga: Layanan Air Bersih Macet, Warga Kampung Belimbing Curhat ke Dewan

Sebagian ibu, ada juga yang membawa ember mengekspresikan menampung air menunggu jam-jam tertentu.

Penuturan warga yang unjuk rasa, aliran air bersih hanya bisa dinikmati pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB setiap hari. Walhasil, warga terpaksa harus begadang menampung air bersih.

BACA JUGA:   PW Nahdlatul Wathan Kepri Siap Menangkan Prabowo-Gibran
Warga Perumahan Buana Vista tahap pertama Batam Center unjuk rasa di fasum perumahan, protes 14 tahun tidak mendapatkan layanan air bersih 24 jam, Minggu (7/5/2023). (F. amr)

“Kami resah, sejak tahun 2009 hingga kini kami sangat mendambakan layanan air bersih, seperti warga lainnya selama 24 jam. Kami ini konsumen resmi juga,” terang warga saat berorasi.

Warga meminta, agar pemerintah daerah serta pengelola air bersih di Batam, bisa mendengarkan keluhan warga. Sehingga, bisa segera mungkin mendapatkan solusi terbaik.

“Kalau dari pemerintah daerah mau menyediakan layanan tanki air pada pagi dan siang setiap hari, kami sangat siap dan mau,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Budiman, warga lainnya yang meminta agar pemerintah bisa mengambil tindakan tegas, jika pengelola air bersih yang saat ini ada tidak mampu menjalankan tugasnya.

“Kami semua memiliki KTP Batam, kenapa layanan air bersih ke kami seperti ini, seolah kami warga Ilegal. Jika alasannya tidak maksimal kinerja pengelola air bersih saat ini, kenapa tidak ditindak tegas saja. Ganti saja dengan yang bisa dan sanggup. Jangan korbankan kami, warga Bapak dan Ibu,” tegasnya.

BACA JUGA:   Ayo Hidup Sehat dengan Melakukan Pemeriksaan Kesehatan di Regency!

Baca Juga: BP Batam Ungkap Tiga Solusi Kelangsungan Suplai Air Bersih

Sementara itu, Ramadhan Ginting, Ketua RT 4/RW 26, mengaku, sangat menyayangkan layanan air bersih yang diberikan pengelola air bersih saat ini.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah dalam hal ini Badan Pengusahaan (BP) Batam maupun Pemerintah Kota Batam, tidak menutup mata atas tidak terlayaninya kebutuhan air bersih 250-an kepala keluarga (KK) di Perumahan Buana Vista tahap pertama Batam Center.

BACA JUGA:   Menteri Investasi RI: Kita Cari Solusi Terbaik Investasi Xinyi Internasional Investment Limited di Rempang

“Aksi yang kami lakukan ini, masih tahap awal sekaligus sebagai bentuk meminta perhatian pemerintah daerah. Jika apa yang dilakukan ini tidak dilirik, kami bakal menduduki kantor BP Batam serta kantor SPAM Batam,” tegasnya.

“Kalau perlu, kami akan ‘duduki’ kantor SPAM Batam sampai kami mendapatkan solusi terbaik bagi warga kami. Kami ini membayar atau membeli air bersih dari SPAM Batam, tapi kenapa kami hanya menikmati aliran air bersih hanya malam hari saja,” tambahnya. (asa)