Batam  

BP Batam Ungkap Tiga Solusi Kelangsungan Suplai Air Bersih

Salah satu dam di Batam, sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan Kota Batam. (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan pelanggan air bersih juga terus terjadi secara bertahap, hingga mencapai hampir tiga ratus ribu pelanggan di Kota Batam.

Peningkatan ini terjadi, baik pada wilayah yang sebelumnya telah terdaftar dalam sistem pelayanan air bersih, wilayah baru yang mengalami stress area (daerah yang sulit dilalui air) akibat topografi atau elevasi, maupun wilayah yang berada di ujung area pelayanan.

Baca Juga: BP Batam Tandatangani Kerja Sama Pengembangan PLTS pada Januari 2023

Maka dari itu, atas peningkatan ini, tentunya dibutuhkan infrastruktur tambahan, agar mampu mengolah dan menyuplai air secara menyeluruh.

Untuk memastikan kebutuhan air bersih tercukupi bagi seluruh masyarakat, Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan tiga program solutif atas tantangan pengelolaan suplai air bersih di Kota Batam.

Salah satu instalasi pengelolaan air (IPA) bersih di Batam. (F. dok humas bp batam)

Ketiga program tersebut antara lain, program quick win, program reguler,.dan pembangunan terpadu lima tahun yang akan dilaksanakan secara bertahap, mengingat ketersediaan anggaran dan waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), Memet E Rachmat, menjelaskan, solusi yang ditawarkan pada program jangka pendek sebagai berikut:

(1). Pada Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Duriangkang akan dilakukan re-rating atau optimalisasi kapasitas IPA, sesuai desain awal.

Sehingga, dapat menambahkan ketersediaan air sebesar 250 lpd pada area suplai Batubesar dan Batuaji;

(2). Pembangunan IPA baru di Duriangkang dengan kapasitas 400 lpd, pada area suplai Kabil-Nongsa dan Batam Kota pada akhir tahun 2023;

(3). Penguatan pipa di beberapa titik pelayanan jaringan distribusi utama (JDU) dan jaringan distribusi baru (JDB), seperti pipa di downstream Duriangkang sebesar 800 mm, dan pembangunan pipa di beberapa titik jalan Batuaji, Kabil, Nongsa, dan Sukajadi;

BACA JUGA:   Polda Gulung Tuntas Pengedar Uang Dolar Singapura Palsu

(4). Pembangunan inline booster pump (IBP) di jaringan distribusi dengan kapasitas 250 lpd di Simpang Basecamp, untuk dapat mendukung penyelesaian aliran air di Daerah Batuaji-Tanjunguncang;

(5). Pembangunan IPA Mukakuning tahap 2 berkapasitas 350 lpd (pembangunan sudah mulai dilakukan, pembangunan WTP dan perkuatan jaringan pipa Mukakuning-Sukajadi)

(6). Desalinasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan Tanjunguncang dan Dapur 12, serta Nongsa.

(7), Pengadaan truk tangki air sebanyak lima unit, dengan kapasitas 5.000 liter.

Memet mengatakan, program quick win tersebut, diharapkan mampu menyelesaikan sebagian persoalan distribusi air di stress area secara efisien dan efektif.

“Programnya sudah direncanakan sejak November 2022, tapi pelaksanaannya dimulai Januari 2023. Dijadwalkan terus berlangsung selama enam bulan ke depan, hingga Juni 2023,” ujar Memet.

Agar proses suplai air pada program quick win terlaksana optimal, dicanangkan program reguler berupa pemasangan pipa-pipa baru yang tersebar di beberapa wilayah.

Baca Juga: BP Batam dan Korea Sepakati Action Plan Perpanjangan Proyek IPAL

Dampak pemasangan pipa ini, akan meningkatkan jumlah pelayanan pada wilayah Tanjunguncang, Batuaji, Seilekop, Nongsa, Batubesar, Batam Center, Tanjunguma, Baloi, dan sebagian wilayah Bengkong.

Dari program ini, diperkirakan mampu menambah waktu aliran air, antara 1-2 jam hingga 4-5 jam.

“Untuk program reguler akan dilaksanakan bersamaan dengan quick win. Perbedaannya adalah masa pengerjaannya lebih panjang, diperkirakan rampung akhir tahun 2023,” jelas Memet.

BACA JUGA:   Sudah Tak Layak dan Banyak Korban, Warga Desak Pemko Bangun Jembatan di Melcem

Ia melanjutkan, program reguler merupakan bagian dari program pembangunan terpadu lima tahun, dalam rangka mengantisipasi perkembangan pembangunan dalam 15 tahun, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama kurang lebih lima tahun.

Di antaranya dengan melakukan peremajaan watermeter, perkuatan jaringan pipa eksisting, sehingga perkuatan pipa-pipa baru akan terus dilakukan hingga tahun 2028, di samping program pemeliharaan lainnya terus dilakukan.

Untuk melakukan seluruh program ini, dibutuhkan dana kurang lebih Rp4,5 triliun.

Selain itu, untuk memperkuat ketahanan air di Kota Batam, BP Batam sementara mengkaji penambahan waduk baru untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Batam.

“BP Batam akan terus berupaya penuh menjalankan semua program ini sesuai target pelaksanaan. Kami juga memohon dukungan semua pihak, agar seluruh proses berjalan lancar. Sehingga, distribusi air bersih di Batam dapat terselenggara maksimal,” harapnya.

Perbaikan Kualitas Pipa Air

Sementara itu, menanggapi persoalan pemasangan jaringan dan kondisi pipa yang ada, sesuai hasil pemeriksaan dari PT Surveyor Indonesia Cabang Batam, kualitas pipa air di Batam dinilai masih baik.

Namun, seiring pengembangan perumahan dan meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Batam untuk penduduk, diperlukan penguatan pada pipa-pipa air yang ada, karena dibutuhkan pipa penyaluran berdiameter lebih besar untuk menyalurkan air ke seluruh lokasi perumahan.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pertumbuhan perumahan di Kota Batam saat ini telah menjamah daerah stress area.

Untuk mengantisipasi minimnya pasokan air bersih, dari 23 stress area, PT Air Batam Hilir telah mengalokasikan 10 truk tanki air dengan pengiriman air sebanyak 70 trip per hari.

BACA JUGA:   Kompolnas Turun ke Batam Melihat Langsung Kondisi Batam

“Selain itu, sebagai langkah antisipasi, BP Batam sudah menambah lima truk dalam minggu ini untuk distribusi air,” ujar Ariastuty.

Menilik skema kerja sama yang berbeda dengan pihak terdahulu, BP Batam memastikan, pemerintah mendapat porsi pendapatan yang sesuai modal untuk membangun Kota Batam.

“Prioritas pengembangan saat ini ada pada beberapa jalan utama dan pembuatan waduk, agar menambah kuantitas air di Kota Batam. Jadi, semua arus kasnya harus jelas dan sesuai perjanjian,” jelas Ariastuty.

Ia juga memohon pengertian masyarakat, agar tidak membandingkan perusahaan terdahulu dengan PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir, yang terhitung baru dalam menangani suplai air bersih di Kota Batam.

“Kami menyadari masih banyak yang harus diperbaiki, khususnya dalam penyediaan air bersih kepada masyarakat. Pengawasan maksimal akan kami lakukan kepada mitra BP Batam, untuk pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.

“Secara keseluruhan, mekanisme jaringan, operasional, armada, dan lain-lain menjadi prioritas kami, agar dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” tegas Ariastuty. (asa)