PLN-AHP Resmi Operasikan PLTS Ground-mounted 100 MWp di Kawasan Industri KBI Purwakarta, Terbesar di Indonesia

PLN-AHP Resmi Operasikan PLTS Ground-mounted 100 MWp di Kawasan Industri KBI Purwakarta, Terbesar di Indonesia
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jisman P. Hutajulu (ketiga dari kiri); Dirut PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan); Dirut PT Aruna Hijau Power, Adi Dharmanto (kedua dari kanan); Pj Bupati Purwakarta, Benny Irwan (kedua dari kiri); Dirut PLN Batam, M Irwansyah Putra (kanan), dan Dirut PT Tatajabar Sejahtera, Kuky Permana (kiri) meresmikan PLTS ground-mounted 100 MWp di Kawasan Industri Kota Bukit Indah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Rabu (28/8/2024). (F. rud/ pln batam)

PURWAKARTA (Kepri.co.id) – PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PLN Batam bersama PT Aruna Cahaya Pratama (Aruna PV), sukses mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ground-mounted terbesar di Indonesia, Rabu (28/8/2025).

Terbesar, karena PLTS ini dengan kapasitas 100 Megawatt peak (MWp) berada di Kawasan Industri Kota Bukit Indah (KBI), Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Baca Juga: PLN Batam dan PT Aruna Kelola PLTS Ground Mounted Terbesar di Indonesia

Pengoperasian pembangkit ramah lingkungan ini, akan meningkatkan daya saing industri dalam negeri, melalui pemanfaatan listrik hijau.

Berdiri di atas lahan dengan total luas 80 hektare, PLTS yang dioperasikan PT Aruna Hijau Power (AHP), joint venture antara PLN Batam dengan Aruna PV ini, diperkirakan mampu menghasilkan 150 GWh energi bersih per tahun atau setara dengan pengurangan emisi sebesar 118.725 ton CO2.

Dirjen Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu memberikan kata sambutan pada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ground-mounted di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (28/8/2025). (F. rud/ pln batam)

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P Hutajulu, menyambut baik langkah cepat PLN dan AHP, dalam pembangunan PLTS ground-mounted di Purwakarta.

Menurutnya, peresmian PLTS ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya transisi energi Indonesia, menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

”Saya pikir, PLTS ini menjadi pembangkit yang sangat kita harapkan ke depan. Kami berharap, kesuksesan pembangunan PLTS ini dapat memberikan manfaat yang optimal, serta menjadi role model untuk sektor industri dan pemegang wilayah usaha lainnya,” ucap Jisman.

Dirut PLN, Darmawan Prasodjo memberikan sambutan pada peresmian PLTS ground-mounted di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (28/8/2025). (F. rud/ pln batam)

Direktur Utama (Dirut) PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan, sebagai tulang punggung transisi energi di Tanah Air, PLN berkomitmen mendukung pengembangan sektor industri dalam negeri, menggunakan listrik hijau dalam operasionalnya.

Dia melihat upaya ini, sejalan dengan peta jalan transisi energi pemerintah mencapai net zero emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.

”Listrik merupakan jantung perekonomian di Indonesia. Saat ini, PLN tidak hanya mengalirkan listrik andal, tapi, juga berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik hijau bagi industri di Tanah Air. Inilah wujud komitmen PLN kepada negara, menjadi pelopor pemanfaatan sumber energi terbarukan (EBT) dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain bekerja sama dengan AHP, dalam proyek PLTS ini, PLN juga didukung PT Tata Jabar Sejahtera (TJS) sebagai offtaker dan PT Besland Pertiwi, sebagai pemilik lahan proyek.

Menurut Darmawan, kerja sama ini menjadi wujud kolaborasi antar Pemerintah, BUMN, dan swasta dalam mewujudkan ketahanan energi melalui peningkatan penggunaan EBT.

“Perubahan iklim adalah permasalahan global yang harus dihadapi bersama. Untuk itu, PLN tidak bisa menjalankan semuanya dalam suasana kesendirian, satu-satunya cara menghadapi tantangan tersebut, melalui kolaborasi,” imbuh Darmawan.

Darmawan optimistis, pengoperasian PLTS ini akan menciptakan dampak ekonomi substansial yang dapat menciptakan banyak lapangan kerja, membuka peluang bisnis, dan mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, dan sekitarnya.

“Proyek pengembangan PLTS ini, merupakan wujud dukungan PLN mendorong daya saing industri di Tanah Air. Di tengah tuntutan global beralih ke energi bersih, industri dalam negeri juga banyak yang membutuhkan pasokan listrik hijau, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah,” lanjut Darmawan.

Foto aerial salah satu lokasi PLTS ground-mounted terbesar di Indonesia dengan kapasitas 100 Megawatt peak (MWp) di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (F. rud/ pln batam)

Sementara itu, Direktur Utama PT Aruna Hijau Power (AHP), Adi Dharmanto, mengutarakan rasa syukur dapat menyelesaikan proyek PLTS ground-mounted terbesar di Indonesia lebih cepat dari target, yaitu sekitar tujuh bulan.

”Sebagai developer, kami dan tim memiliki prinsip, proyek ini harus dikerjakan sepenuh hati, dengan memenuhi janji tidak hanya kepada para pemangku kepentingan, tetapi juga kepada bangsa Indonesia. Kami berkomitmen, akan menjadi salah satu mitra PLN yang berperan dalam transisi energi baru terbarukan,” ujar Adi.

Direktur Utama PT Tata Jabar Sejahtera (TJS), Kuky Permana, menyampaikan, suplai listrik bersih dari PLTS sesuai kebutuhan listrik di kawasan Industri Kota Bukit Indah.

Pasalnya, penggunaan listrik di kawasan industri sesuai karakteristik produksi listrik PLTS.

Ia merinci, saat ini telah ada 244 pelanggan dengan beban puncak rata-rata pada hari kerja, berkisar 126 Megawatt (MW).

Sedangkan pada hari libur dan Sabtu-Minggu, turun menjadi kurang lebih 70 MW.

Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ground-mounted terbesar di Indonesia di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (F. rud/ pln batam)

”Kami turut bangga, bisa partisipasi pada proyek strategis yang merupakan bagian dari program pemerintah, dalam rangka mencapai NZE tahun 2060,” ujar Kuky.

Kuky juga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya khususnya kepada pemerintah pusat, Kementerian ESDM, pemerintah daerah, serta PLN dan jajaran yang telah memberikan dukungan besar kepada proyek strategis ini.

Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, mengatakan, proyek PLTS 100 MWp Tata Jabar ini, merupakan pencapaian baru bagi PLN Batam, berkontribusi memaksimalkan energi matahari di Indonesia.

“Total kapasitas PLTS ini sebesar 100 MW, menjadikannya sebagai ground mounted terbesar di Indonesia, menggunakan teknologi termutakhir dan menjadi proyek pembangunan tercepat,” ujar Irwansyah.

PLTS ini, menggunakan panel surya sebanyak ±170.000 modul, tersebar luas pada area lebih dari 85 hektare.

“PLTS ini menggunakan sistem panel surya, terpasang di tanah dan tersebar pada lima lokasi di Kawasan Kota Bukit Indah Industrial City,” pungkas Irwansyah.

PLN Batam Upacara Bendera, Habis Upacara "Merdekakan" Pekerja Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Kantor Korporat PT PLN Batam. (F. rud)

Tentang PLN Batam

PT PLN Batam sebagai Pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan Untuk Umum (PIUKU) dengan wilayah kerja Batam, Rempang, Galang, dan wilayah lainnya.

PLN Batam memiliki visi “Menjadi Penyedia Listrik Terbaik dan Solusi Terintegrasi di Asia Tenggara”, PLN Batam akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, dengan senantiasa menyediakan tenaga listrik handal dengan bertumpu pada sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Sejalan dengan PT PLN (Persero) selaku Holding, PT PLN Batam berkomitmen terus mendukung agenda transformasi PLN dengan aspirasi green, lean, innovative, dan customer focused demi menghadirkan listrik untuk kehidupan yang lebih baik. (amr)