Masyarakat Kecewa PLN Batam Tak Komitmen

Salah satu sudut Kota Batam tempat kongkow. (F. now)

BATAM (Kepri.co.id) – Buntut black out PLN Batam menyebabkan Batam-Bintan gelap pada Minggu (1/1/2023) pukul 04.00 sampai 12.00 WIB, menyisakan kekesalan warga. Seperti Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Batam Korupsi Investigasi (BKI), Windra Maaz, misalnya secara ekstrim meminta Direktur PT PLN Batam dicopot atas pertanggungjawaban black out yang terjadi sistem kelistrikan tersebut.

Black out tersebut, menurut Windra, menunjukkan ketidak komitmenan PLN Batam dalam menyediakan listri yang handal pada momen Natal dan tahun baru (Nataru) 2023.

Baca Juga: PLN Siapkan 78 Ribu Personel, Jaga Keandalan Listrik Jelang Nataru

“Artinya apa, Walikota Batam sudah kena “prank”, dan menganggap imbauan Walikota supaya PLN Batam berkomitmen untuk ketersediaan listrik pada Nataru, ternyata tidak menimbulkan pengaruh apa-apa atas permasalahan listrik padam di Batam,” kata Windra di Batam Center, Selasa (3/1/2023).

Ketua BKI Batam, juga meminta Walikota Batam yang sekaligus Kepala BP Batam, HM Rudi, mengambil langkah strategis dan konkrit terhadap kejadian tersebut. Sehingga untuk ke depan, dari permasalahan kelistrikan ini tidak terulang kembali di Batam.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Batam Korupsi Investigasi (BKI), Windra Maaz. (F. now)

“Kejadian ini tidak saja merugikan masyarakat atas kerusakan alat elektronik mereka. Akan tetapi, juga berdampak kepada semua pelaku usaha, kawasan industri, serta pemerintah, dalam pelayanan publik,” kata Windra.

Sekarang ini, ditegaskan Windra, apa mau Pihak PT PLN bertanggung jawab terhadap kerusakan semua elektronik masyarakat ini, untuk menggantinya.

“Selama ini jangankan mau mengganti kerugian warga, listrik terlambat bayar saja mereka pun langsung mengambil tindakan tegas, dengan memutus aliran listrik rumah masyarakat, tanpa ampun. Kalau begini, di mana keadilan itu. Maka, kami atas nama LSM Batam juga dapat berbuat, maupun bertindak tegas,” ujar Windra.

Kantor bright PLN Batam. (F. dok pln batam)

Pasokan Listrik di Pulau Batam dan Bintan Telah Pulih

PT PLN Batam memastikan, 508 ribu pelanggan di Pulau Batam dan Bintan yang sebelumnya terdampak black out pada Minggu (1/1/2023) pukul 04.00 WIB hingga 12.00 WIB, kini telah menyala kembali.

Tulang punggung kelistrikan Batam dan Bintan, yaitu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjungkasam unit 1 dan 2 berkapasitas 99 megawatt (MW), pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Tanjunguncang 1 & 2, dan STG berkapasitas 120 MW kini kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan Batam-Bintan.

“Dengan bergabungnya dua pembangkit besar tersebut, maka 16 gardu induk dan 16 transmisi, serta 508 ribu pelanggan sudah mendapat pasokan listrik secara normal,” tutur Corporate Secretary (Corsec) PT PLN Batam, Hamidi Hamid.

Sebelumnya, PLN Batam bergerak cepat memulihkan kelistrikan dengan mengerahkan seluruh personel siaga, dengan mengaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada di Batam untuk memenuhi kebutuhan listrik. Pulihnya kelistrikan ini, tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, serta masyarakat Batam dan Bintan.

Baca Juga: Awal Tahun Masyarakat Batam Dapat “Kado” Listrik Mati

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan seluruh stakeholders. Melalui kolaborasi, kami bisa menormalkan kelistrikan di Batam-Bintan,” ucap Hamidi.

Tercatat, saat ini daya mampu pasok di sistem Batam-Bintan sebesar 504,2 MW dan beban puncak 472,9 MW dengan cadangan daya 31,3 MW.

PLN Batam, kata Hamidi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat serta memohon dukungan serta doa dari masyarakat agar sistem kelistrikan dapat berlangsung aman.

“Jika membutuhkah layanan atau kanal pengaduan dari PLN Batam, dapat diakses melalui contact center 123,” pungkas Hamidi. (now)