SHANGHAI (Kepri.co.id – Xinhua) – SAIC Motor dari China dan Volkswagen Group dari Jerman, akan meningkatkan eksistensi mereka di pasar kendaraan energi baru (new energy vehicle/ NEV) China, dengan kedua produsen mobil tersebut menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama di bidang teknologi energi pada Kamis (27/6/2024).
Kedua perusahaan tersebut akan bersama-sama mengembangkan tiga kendaraan model plug-in hybrid dan dua model listrik murni, yang diperkirakan akan diluncurkan di pasar China paling cepat tahun 2026, menurut perjanjian itu.
Baca Juga: GAC Aion Luncurkan Mobil Listrik dengan Distributor Indomobil Group di Indonesia
Kolaborasi bisnis SAIC Motor China dan Volkswagen Group dari Jerman ini, memberikan sebuah bukti teknologi kendaraan model plug-in hybrid di masa yang akan datang akan menjadi tren dan kebutuhan kendaraan masa depan.
Pada Mei 2024, SAIC Motor menandatangani perjanjian kerja sama dengan merek premium Volkswagen, Audi, secara resmi meluncurkan pengembangan bersama Advanced Digitized Platform, yang akan mempersingkat time-to-market mobil hingga lebih dari 30 persen.
“Di pasar kendaraan energi yang dinamis dan kompetitif di China, sangat penting bagi kami memperkuat kemitraan strategis dengan SAIC dan mendorong elektrivikasi portofolio SAIC Volkswagen,” kata Ralf Brandstätter, chairman sekaligus CEO Volkswagen Group China.
Dalam satu dekade terakhir, SAIC Motor telah menginvestasikan hampir 150 miliar Yuan (1 Yuan = Rp2.259) untuk penelitian dan pengembangan di bidang-bidang teknologi inti.
Seperti NEV dan kendaraan terkoneksi pintar (intelligent connected vehicle), serta memiliki lebih dari 26.000 paten yang valid. (asa/ xinhua-news.com)







