Kelaparan Landa Gaza Seiring Memburuknya Konflik Israel-Palestina

Kelaparan Landa Gaza Seiring Memburuknya Konflik Israel-Palestina
Warga Gaza berbondong-bondong mencari bantuan kemanusiaan di antara ancaman kelaparan dan sedikitnya bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza, Selasa (5/8/2025). (F. Xinhua)

GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Menurut otoritas kesehatan Gaza, puluhan orang meninggal dunia akibat kelaparan dan malanutrisi. Di luar pusat bantuan di Rafah, Samira mengatakan dia tidak menerima distribusi yang memadai.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina. (XHTV)

“Kami belum menerima bantuan yang semestinya. Suami saya lumpuh. Beberapa dari kami janda. Kami wanita yang tidak mampu pergi dan mendapatkan makanan anak-anak kami. Saya tak berdaya dan tidak punya uang membeli apa pun, dan harga-harga terus meroket. Saya mempertaruhkan diri mengamankan apa pun yang saya bisa untuk anak-anak saya. Kami memohon kepada semua negara Arab dan seluruh dunia, untuk menyediakan sistem distribusi bantuan yang adil bagi kami,” ujar Samira Abu Naji, warga Gaza.

Israel mengatakan, 110 paket bantuan kemanusiaan diterjunkan melalui udara pada Selasa (5/8/2025) di atas Gaza. Israel juga akan mengizinkan masuknya barang-barang tertentu ke Gaza, melalui pedagang swasta lokal.

Namun, PBB telah memperingatkan, kelaparan sedang menyebar di wilayah Palestina. Sementara itu, sejumlah besar orang dilaporkan terus terbunuh dan terluka saat mencari makanan.

Mariam Moaamar, warga Gaza, menuturkan: Sebelum bantuan Amerika, kami dulu menerima bantuan melalui PBB. Saya bisa dengan mudah pergi dan menerima bagian saya, tetapi sekarang tidak ada apa-apa. Saya memaksakan diri sebisa mungkin. Saya pergi jauh-jauh ke Zikim, mempertaruhkan nyawa, dan tetap saja saya tidak mendapatkan apa-apa. Ini kelima kalinya saya pergi ke sana dan kembali dengan tas kosong.

Saya bermimpi pulang ke rumah menemui anak-anak saya dengan tas penuh. Saya melihat kematian. Apa yang mereka lakukan sama seperti yang mereka lakukan terhadap pencuri.

Kami tak punya pilihan, tak ada yang bisa kami lakukan. Kami janda, terpinggirkan, dan lansia. Kami kelompok yang terlupakan. Hari ini saya tidak menerima apa pun. Saya tidak tahu apa yang akan saya berikan kepada anak-anak saya. Saya tidak tahu bagaimana saya akan menyuruh mereka mencari makan sendiri atau apa yang harus saya lakukan. Dalam situasi ini, saya harus kembali besok dan semoga mendapatkan sesuatu. Saya menghadapi kematian lebih dari sekali. Apakah ini membantu sejauh ini?

Jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel telah bertambah menjadi 61.020, dengan 150.671 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Israel Setujui Masuknya Barang Secara Terbatas ke Gaza di Tengah Krisis Kelaparan

PBB: Pascapelonggaran Pembatasan, Bantuan yang Sampai ke Warga Gaza Hanya Meningkat Tipis

Sekjen PBB Khawatir dengan Laporan Israel Perluas Operasi Militer dan Blokir Penyaluran Bantuan di Gaza

Mesir Serukan Masyarakat Internasional Desak Israel Izinkan Lebih Banyak Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza

Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut

Warga Gaza yang Kelaparan Antre Panjang Dapatkan Bantuan Makanan yang Terbatas

Sedikitnya 5 Tewas dan 100 Terluka di Dekat Pusat Distribusi Bantuan Kelolaan Israel dan AS di Gaza