GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Sedikitnya lima warga Palestina tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka, akibat tembakan senjata api Israel pada Sabtu (7/6/2025) di dekat dua titik distribusi bantuan di Jalur Gaza.
Demikian dilansir kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip para pejabat kesehatan dan saksi mata.
Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat (10.00 WIB), saat kerumunan besar warga berkumpul di dekat sebuah pusat distribusi makanan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan.
Pusat distribusi bantuan GHF tersebut, yang didirikan dengan dukungan dari Israel dan Amerika Serikat (AS), dijadwalkan akan dibuka pada Sabtu (7/6/2025) pagi.
Empat jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, ungkap staf rumah sakit. Sejumlah saksi mata mengatakan, tentara Israel melepaskan tembakan di dekat sebuah bundaran sekitar 1 Kilometer dari pusat bantuan GHF. Seorang warga Palestina lainnya dilaporkan tewas di dekat titik distribusi bantuan terpisah di Gaza tengah.
Militer Israel menyebutkan, pasukannya melepaskan tembakan peringatan kepada “tersangka” yang mendekati tentara dan mengabaikan seruan berulang kali untuk mundur. Militer Israel mendeskripsikan daerah tersebut sebagai bagian dari zona tempur aktif saat malam hari.
Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/6/2025) itu, menjadi insiden terbaru dalam serangkaian peristiwa fatal yang terjadi di dekat lokasi-lokasi bantuan di Gaza, di mana kerawanan pangan kian parah di tengah konflik yang terus berlanjut.
Otoritas Israel sebelumnya menuduh Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza, telah mengganggu pengiriman bantuan dan berusaha menyita pasokan.
“Kami beroperasi di dekat lokasi dan melakukan apa pun yang diperlukan, untuk memastikan bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas,” ujar militer Israel dalam sebuah pernyataan pada Juni 2025, setelah insiden-insiden sebelumnya.
GHF, sebuah organisasi yang berbasis di AS yang beroperasi di luar kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan badan-badan kemanusiaan utama, mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook, pihaknya pada Minggu (8/6/2025) mendistribusikan bantuan di Gaza tengah dan selatan, tetapi tidak melakukan distribusi bantuan pada Sabtu (7/6/2025).
GHF menyalahkan ancaman dari Hamas atas penangguhan operasional mereka pada Sabtu (7/6/2025), sebuah tuduhan yang dibantah Hamas.
GHF mengandalkan kontraktor militer swasta AS untuk mengelola situs-situsnya. Organisasi itu dikritik oleh PBB serta lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya, terkait “kurangnya netralitas”.
Para pejabat Palestina mendeskripsikan GHF sebagai bagian dari rencana Israel, untuk memperkuat kendali di Gaza dan menyingkirkan peran PBB serta lembaga-lembaga kemanusiaan internasional lainnya. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Israel Terima 90.000 Ton Lebih Peralatan Militer sejak Konflik Gaza Dimulai
Israel Tingkatkan Operasi Darat di Gaza dan Longgarkan Blokade di Tengah Krisis Kemanusiaan
PM Palestina Kutuk Perang Genosida Israel di Gaza Pada Pertemuan PBB
Laporan OHCHR Sebut 70 Persen Korban Tewas di Gaza Perempuan dan Anak-anak
Perjuangan Pengungsi Palestina Bertahan Hidup di Tengah Gencarnya Serangan Israel di Gaza
Berpidato di Majelis Umum PBB, Presiden Palestina Desak Dihentikan Pendudukan Israel dan “Genosida”
ICJ Perintahkan Israel Hentikan Operasi Militer di Rafah
Mengungkap Peran Amerika Dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 1)
Mengungkap Peran Amerika Dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 2-Habis)
PBB: Israel Blokade 71 Persen Wilayah Jalur Gaza bagi Warga Palestina
Warga Gaza Tolak Rencana Distribusi Bantuan AS-Israel, Serukan Peningkatan Peran PBB
Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina
Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza
Negara-negara Arab Tolak Upaya Relokasi Warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina. (XHTV)







