Israel Setujui Masuknya Barang Secara Terbatas ke Gaza di Tengah Krisis Kelaparan

Israel Setujui Masuknya Barang Secara Terbatas ke Gaza di Tengah Krisis Kelaparan
Sebuah truk yang membawa bantuan menunggu untuk memasuki Gaza dari sisi Mesir di perlintasan perbatasan Rafah pada 19 Januari 2025. (F. Xinhua/Ahmed Gomaa)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Israel pada Selasa (5/8/2025) mengatakan, pihaknya akan mengizinkan masuknya barang-barang tertentu ke Jalur Gaza melalui pedagang swasta lokal, saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa bencana kelaparan terus meluas di daerah kantong Palestina tersebut.

“Sebuah mekanisme telah disetujui untuk pembaruan secara bertahap dan terkendali, atas masuknya barang-barang melalui sektor swasta di Gaza,” demikian menurut sebuah pernyataan dari kantor Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah (Coordination of Government Activities in the Territories/ COGAT), unit Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di wilayah Palestina yang diduduki.

Langkah itu telah disetujui oleh kabinet Israel. “Sebagai bagian dari perumusan mekanisme ini, sejumlah pedagang lokal yang terbatas telah disetujui, dengan kriteria khusus dan melalui pemeriksaan keamanan,” lanjut pernyataan tersebut.

Barang-barang yang akan diizinkan masuk ke Gaza meliputi produk makanan pokok, makanan bayi, buah-buahan dan sayur-sayuran, serta perlengkapan kebersihan. Pembayaran untuk barang-barang ini, hanya akan dilakukan melalui transfer bank dan akan diawasi melalui mekanisme pemantauan, papar COGAT, seraya menambahkan bahwa “semua barang akan menjalani pemeriksaan menyeluruh.”

Israel melancarkan serangan militernya di Gaza pada Oktober 2023 dan memberlakukan blokade total pada 2 Maret 2025 ini. Blokade tersebut, secara parsial dilonggarkan pada Mei 2025 untuk mengizinkan sebuah perusahaan swasta, yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat (AS), membuka pusat-pusat distribusi makanan yang kontroversial.

Konvoi bantuan dan pengiriman via udara oleh negara-negara Arab dan Eropa dilanjutkan pada akhir Juli 2025, namun para pakar PBB memperingatkan bahwa kelaparan masih berlangsung di wilayah itu.

Menurut kabar terkini dari otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Senin (4/8/2025), jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah bertambah menjadi 60.933 orang. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut

Warga Gaza yang Kelaparan Antre Panjang Dapatkan Bantuan Makanan yang Terbatas

47 Warga Palestina Luka-luka Akibat Tembakan Israel saat Distribusi Bantuan

FAO Peringatkan Gaza Berisiko Tinggi Alami Kelaparan Akut

Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk

Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza

Israel Perintahkan Warga Gaza Utara Segera Mengungsi di Tengah Ekspansi Militer

Prancis Tolak Aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel

Belanda Akan Ambil Tindakan jika Israel Langgar Kesepakatan Akses Bantuan ke Gaza

Warga Palestina Hadapi “Bencana Kemanusiaan Terbesar”