Kerja Sama RI-China dalam Pendidikan Kejuruan Beri Manfaat Nyata bagi Anak Muda Indonesia

Kerja Sama RI-China dalam Pendidikan Kejuruan Beri Manfaat Nyata bagi Anak Muda Indonesia
Foto tak bertanggal ini, menunjukkan sejumlah anak muda Indonesia yang mengikuti program pendidikan kejuruan di LiuGong berfoto bersama di depan pusat penelitian dan pengembangan (litbang) LiuGong yang terletak di Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (F. Xinhua)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Bagi Zarfan, insinyur muda yang bekerja di PT LiuGong Machinery Indonesia, pengalaman belajar dan pertukaran di Liuzhou, China selatan, pada 2023 merupakan kenangan yang tidak terlupakan dan juga menjadi hal sangat penting bagi dirinya dalam mengembangkan karier.

Zarfan masih dapat merasakan kegembiraan saat mengenang kembali momen dirinya menerima kesempatan untuk belajar dan magang di Liuzhou, lokasi kantor pusat LiuGong berada, di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi.

“Selama tiga bulan, saya belajar di perguruan tinggi kejuruan di Liuzhou dan menjalani magang di kantor pusat LiuGong dan secara sistematis mempelajari teknik peralatan konstruksi,” ujar Zarfan, yang saat itu masih tercatat sebagai mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Berkat kerja keras dan pengalaman magang berharganya, Zarfan berhasil menjadi karyawan LiuGong Indonesia, usai dirinya lulus dari kampus. Kini, dia menjadi insinyur pemeliharaan peralatan yang unggul dan terampil di perusahaan yang diinvestasikan China tersebut.

“Saat belajar di China, kami mempelajari banyak pengetahuan dan kami mendapatkan banyak pengalaman praktik sejak awal magang. Kami melihat bagaimana perusahaan menjual peralatan dan bagaimana layanan purnajual dijalankan dengan cermat. Sehingga, pelanggan kami selalu percaya pada kami, banyak yang kami pelajari dari rekan-rekan pendahulu kami di sana,” kata Zarfan yang berharap dirinya dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar melalui posisinya di masa depan.

Foto tak bertanggal ini, menunjukkan sejumlah anak muda Indonesia yang mengikuti program pendidikan kejuruan di LiuGong berfoto bersama di depan kantor pusat LiuGong yang terletak di Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (F. Xinhua)

Sama seperti Zarfan, Safa merupakan pemuda lain yang mendapat manfaat dari program kerja sama pelatihan perguruan tinggi-perusahaan antara China dan Indonesia. Sebelum lulus dari PNJ, Safa sempat berkuliah di Universitas Politeknik Liuzhou.

“China menguasai teknologi tinggi, contohnya penggunaan VR (virtual reality) dalam perakitan atau pembongkaran peralatan, memang luar biasa,” sebut Safa.

Sejak 2022, LiuGong, yang telah lama berkecimpung di bidang peralatan konstruksi berat di pasar luar negeri termasuk Indonesia, menjalin kerja sama dengan Universitas Politeknik Liuzhou, dan bermitra dengan sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, Palembang, serta Padang untuk mendukung pendidikan kejuruan di bidang peralatan konstruksi berat.

Perundingan kerja sama dengan Politeknik Negeri Balikpapan dan Universitas Hasanuddin di Makassar, saat ini juga sedang berlangsung.

Selain peserta mahasiswa yang mendapat manfaat besar dari mode pelatihan tersebut, pihak perusahaan juga mengaku keberhasilan kerja sama tersebut.

Syahdan, selaku manajer purnajual di LiuGong Indonesia mengungkapkan seiring berkembangnya bisnis di Indonesia, perusahaan itu sangat membutuhkan tenaga kerja terampil.

Syahdan mengungkapkan, mereka sudah menerima 210 lebih mahasiswa dalam program itu dengan 40 di antaranya mendapat beasiswa dan magang di Liuzhou.

“Sebanyak 15 peserta sudah bekerja di LiuGong Indonesia dengan 21 lainnya masih menjalani tahap magang di sini,” ujar Syahdan, yang memuji kinerja pada karyawan muda lulusan program ini.

Foto yang diabadikan pada 26 September 2024 ini, menunjukkan sejumlah produk peralatan pembangunan dari LiuGong yang dipamerkan di Pameran China-ASEAN di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan. (F. Xinhua)

Selain memberi pelatihan kepada para mahasiswa, dosen-dosen dari Indonesia juga dapat mengikuti kursus mengenai pengajaran teknik yang lebih mutakhir di China.

Menurut Naufal, dosen dari Politeknik Negeri Jakarta, LiuZhou, sebagai basis industri penting dan terkenal di China, memiliki banyak sumber daya untuk pendidikan terkait.

“Kami melihat mesin pembakaran dalam untuk peralatan berat, dan juga versi EV-nya, dan produk-produk digitalisasi terkait, sehingga kami melihat teknologi lingkungan juga diterapkan di mesin besar seperti ini,” ujar Naufal.

Bagi Safa, program ini tidak hanya membantu dia belajar teknik kejuruan, tetapi juga menjadi platform yang baik bagi dia, untuk mendalami kebudayaan China serta menjalin pertemanan dengan rekan-rekannya di China dan juga yang berasal Afghanistan, Pakistan, dan India, sehingga dirinya menjadi lebih berwawasan global.

“Kami menjalin kerja sama dengan LiuGong untuk melakukan perluasan ke luar negeri, dan berhasil membantu mengatasi kekurangan talenta terampil dalam pemeliharaan mesin dan layanan purnajual yang dihadapi cabang perusahaan di luar negeri,” kata Wei Linhua, direktur bidang pertukaran internasional Universitas Politeknik Liuzhou.

Ke depan, LiuGong berencana mendirikan platform pendidikan yang dikhususkan untuk Indonesia dengan setiap angkatan menerima 500 lebih mahasiswa, menjangkau daerah yang lebih luas.

Seiring dengan perkembangan elektrivikasi perusahaan itu, mereka berencana membuka mata kuliah terkait untuk anak muda Indonesia, yang ingin menekuni profesi terkait di masa depan. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Guru-guru Indonesia Terhubung Erat dengan China Melalui Program Pendidikan

Pendidikan Bantu Tingkatkan Kerja Sama dan Pertukaran Antara China dan Indonesia

Delegasi Internasional Eksplorasi Pendidikan Berbasis AI di Wuhan, China

Forum Komunikasi Institut Konfusius Indonesia Diluncurkan untuk Dorong Pendidikan Bahasa Mandarin

Puluhan Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di China Ikuti Lomba Pidato, Soroti Pertukaran China-Indonesia

Pengalaman Jurnalis Indonesia Rasakan Denyut Modernisasi China

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi China

UNU Yogyakarta Teken Kerja Sama dengan Perusahaan China

China-Indonesia Jalin Kerja Sama, Latih Tenaga Kerja Terampil bagi Industri Energi Baru dan Metalurgi