Mentrans Temu Warga Rempang, Iftitah: Tak Ada Paksaan Transmigrasi Lokal

Mentrans Temu Warga Rempang, Iftitah: Tak Ada Paksaan Transmigrasi Lokal
Mentrans, M Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menemui warga Rempang di Sembulang, Sabtu (29/3/2025) sore. (F. amr)

BATAM (Kepri.co.id) – Menteri Transmigrasi (Mentrans), M Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menemui warga Rempang di Sembulang, Sabtu (29/3/2025) sore.

Kedatangan Mentrans bersama Kepala BP Batam dan Wakil Walikota Batam, disambut warga dengan membawa spanduk berisi tulisan tolak transmigrasi lokal.

“Bapak dan ibu, transmigrasi itu tidak ada paksaan. Bagi yang mengikuti transmigrasi, saya akan menarik menteri-menteri lainnya membuat program dalam satu kawasan di Rempang ini,” ujar Iftitah.

Iftitah mengakui, sengaja datang ke Rempang untuk mendengar langsung dari masyarakat terhadap masalah yang terjadi. Sebab, informasi yang disampaikan kepadanya, bahwa ada konflik di Rempang agar diselesaikan.

“Saya yakin bapak ibu punya hati, pasti ingin mencari solusi terbaik. Bukan siapa yang gagah-gagahan, bukan siapa yang menang-menangan. Hati coba dibersihkan, saya datang ke mari mencari solusi,” ujar Iftitah.

Pada ujungnya, kata Iftitah, suatu saat kelak dirinya nanti tidak menyesal (di hadapan Allah, red) sudah berusaha memberikan solusi terbaik bagi warga.

“Untung saya jadi menteri, kalau saya bukan menteri, nggak mungkin saya bisa menjanjikan sertifikat hak milik (SHM) bagi warga. Mumpung saya bisa ke luar masuk Istana, saya lapor ke Presiden, minta dukungan pada rakyat Bapak meminta perhatian. Itu saja yang bisa saya sampaikan terkait transmigrasi,” terang Iftitah.

Mentrans Temu Warga Rempang, Iftitah: Tak Ada Paksaan Transmigrasi Lokal
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad memberikan sambutan pada kunjungan Mentrans, M Iftitah Sulaiman Suryanagara menemui warga Rempang di Sembulang, Sabtu (29/3/2025). (F. amr)

Transmigrasi hari ini, lanjut Iftitah, tidak hanya soal pertanian. Ia mencotohkan seperti di Sumba ada perkebunan tebu, transmigrasi di Papua ada perikanan, transmigrasi di Sulawesi ada cokelat.

“Transmigrasi sekarang sudah modern, transmigrasi yang kami bukakan ada pariwisata. Transmigrasi untuk apa? Supaya bagaimana rakyat sejahtera,” terang Iftitah.

Sebagai keseriusan Mentrans mencari solusi, dirinya menyebutkan, akan salat Ied di Rempang serta mengajak warga melaut menemaninya memancing.

Selesai sambutan dari Mentrans, dilanjutkan sambutan Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra. Li menyebutkan, kedatangannya bersama Mentrans dan Kepala BP Batam, Amsakar Achmat mau bersilaturahmi.

“Tapi, tolonglah ibu-ibu jangan kedatangan kami disambut seperti ini pakai spanduk. Seperti dikatakan Pak Menteri tadi, transmigrasi itu bagi siapa yang mau,” ujar Li Claudia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan, Mentrans datang ke Rempang untuk menyampaikan program dan mencari solusi terbaik.

“Waktu Rempang ini konflik, nama saya tak ada dalam surat keputusan (SK). Sekarang kami sudah jadi Walikota Batam dan juga Kepala BP Batam, kami datang bersilaturahmi. Saya juga mengundang bapak dan ibu datang ke rumah saya pada open house 1 Syawal 1446 H. Mohon maaf lahir dan bathin,” pungkas Amsakar.

Sementara itu, Wardi, warga Rempang yang menolak transmigrasi lokal, meminta jaminan kepastian dari pemerintah, bahwa tidak ada paksaan bagi warga yang tidak mau ikut transmigrasi. (asa)

BERITA TERKAIT:

Bersyukur Direlokasi ke Rempang Eco-City, Warga: Kami Seperti Keluarga Dekat dan Tak Berjauhan Lagi

Deputi IV BP Batam Tinjau Progres Pembangunan Rumah Baru Warga Rempang di Tanjung Banon

Terima Sertifikat Hak Milik, Warga Rempang Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo dan BP Batam

BP dan BPN Kota Batam, Sosialisasi Progres Rumah dan Sertifikat Hak Milik Rumah Warga Rempang

BP Batam Terima Empat Sertifikat dari Wakil Menteri ATR/ BPN

Menko Agus Harimurti Yudhono Serahkan SHM Warga Terdampak Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City