NEW YORK (Kepri.co.id – Xinhua) – Dua calon Wakil Presiden (Cawapres) Amerika Serikat (AS) untuk pemilihan umum (pemilu) Presiden AS 2024, mengikuti debat pertama dan satu-satunya di CBS Broadcast Center di New York, dengan fokus pada berbagai isu kebijakan, Selasa (1/10/2024) malam.
Kedua cawapres, yakni Senator Ohio JD Vance (40) dari Partai Republik dan Gubernur Minnesota Tim Walz (60) dari Partai Demokrat, sebagian besar membela capres pasangannya masing-masing dan menyudutkan capres dari kubu lawan alih-alih menyerang satu sama lain secara langsung.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari New York, AS. (XHTV)
Debat dibuka dengan pembahasan topik kebijakan luar negeri AS serta eskalasi ketegangan di Timur Tengah, dan dilanjutkan dengan isu perubahan iklim serta dampak Badai Helene.
Debat tersebut juga mengangkat isu seputar imigrasi dan kontrol perbatasan, ekonomi, kepemimpinan, aborsi, kekerasan senjata, inflasi, perumahan, asuransi kesehatan, perawatan anak, hingga pelaksanaan pemilu itu sendiri.
Baca Juga: Harris dan Trump Berhadapan untuk Pertama Kali dalam Debat Presiden AS 2024
Debat berlangsung secara kondusif, dan keduanya berjabat tangan pada awal dan akhir debat yang berlangsung selama 90 menit tersebut. Vance dan Walz bahkan menemukan titik temu atau kesepakatan dalam beberapa isu.
Meski demikian, mikrofon sempat beberapa kali dimatikan saat keduanya beradu argumen sengit terkait usulan deportasi massal imigran ilegal dan menolak berhenti ketika waktu berbicara sudah habis.
Menyusul debat capres pertama di Philadelphia pada 10 September 2024 lalu, Wakil Presiden, Kamala Harris dan mantan Presiden Donald Trump diperkirakan tidak akan berdebat lagi, dengan pelaksanaan pemilu yang hanya tinggal lima pekan.
Saat ini, dukungan untuk Harris dan Trump masih tetap ketat di negara-negara bagian swing state utama, dan tidak dapat dipastikan apakah debat pada Selasa (1/10/2024) ini akan memperlebar selisih suara dalam pemilu presiden mendatang.
Baca Juga: Trump dan Harris Sepakat Debat pada 10 September di ABC
“Ada banyak serangan dalam kampanye dan banyak kebohongan yang dilontarkan, dan masyarakat kini tidak tahu lagi apa yang harus dipercaya. Dan menurut saya, masyarakat kini cenderung menelan mentah-mentah apa yang dikatakan seseorang. Jadi, menurut saya, kita harus memastikan sendiri faktanya, dan mencari sumber-sumber yang dapat dipercaya serta benar-benar melakukan riset,” ujar Tamara Peterson, warga Brooklyn.
“Di masa lalu, saya pikir wapres tidak akan membuat perbedaan besar, tetapi saya kira dalam situasi ini, pengaruh mereka besar, dan saya rasa hal ini akan membantu masyarakat untuk benar-benar memahami apa yang mereka perjuangkan,” ujar Tamara Peterson, warga Brooklyn.
Ketika ditanya apa yang paling dibutuhkan negaranya saat ini, Peterson menjawab “persatuan.”
“Kita butuh pemimpin yang tidak berusaha memecah belah kita, melainkan berusaha menyatukan kita dan benar-benar peduli pada rakyatnya,” ujar Tamara Peterson, warga Brooklyn.
Pemilu AS 2024 dijadwalkan berlangsung pada 5 November 2024, dengan pemungutan suara awal dimulai pada 20 September 2024 di Minnesota, South Dakota, dan Virginia. (hen/ xinhua-news.com)







