SINGAPURA (Kepri.co.id – Xinhua) – Sebanyak 40 persen bisnis yang disurvei di Singapura, memperkirakan akan memperluas perekrutan karyawan dalam 12 bulan ke depan, sementara 12 persen perusahaan berniat mengurangi jumlah karyawan, ungkap sebuah laporan yang dirilis Federasi Bisnis Singapura (Singapore Business Federation/ SBF) pada Kamis (22/8/2024).
Menurut Survei Bisnis Nasional SBF edisi tenaga kerja dan upah, meningkatnya niat perekrutan karyawan ini berakar dari optimisme pada prospek bisnis.
Baca Juga: Singapura Catat Pertumbuhan Ekonomi 2,9 Persen Pada Q2 2024
Laporan tersebut menunjukkan, 27 persen perusahaan yang disurvei memperkirakan ekonomi akan membaik dalam 12 bulan ke depan, 3 poin persentase lebih tinggi dibandingkan persentase perusahaan yang memiliki prediksi pesimistis.
Namun demikian, biaya tenaga kerja menjadi tantangan utama bagi 75 persen bisnis. Dibandingkan 12 bulan sebelumnya, makin sedikit bisnis yang berencana menaikkan gaji.
Pengetatan kebijakan tenaga kerja asing juga berdampak pada bisnis. Hingga 46 persen perusahaan sedang meningkatkan perekrutan tenaga kerja lokal, 35 persen sedang melakukan outsourcing ke kontraktor pihak ketiga, dan 29 persen mengindikasikan akan menunda rencana ekspansi bisnis.
Baca Juga: Lebih Separo Investasi PMA di Batam Didominasi Singapura
Survei tersebut mencatat respons dari 796 perusahaan di seluruh industri utama. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 82 persen di antaranya merupakan perusahaan kecil dan menengah, sedangkan sisanya merupakan perusahaan besar. (hen/ xinhua-news.com)







