JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Pemerintah Indonesia akan mempercepat ekspor durian dari Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ke China, setelah Indonesia menemukan pasar yang menjanjikan dan permintaan yang tinggi untuk buah tersebut dari konsumen di China.
“Kami tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sulawesi Tengah harus ikut serta dalam pasar ekspor durian ke China,” kata Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Baca Juga: Indonesia Bidik Ekspor Durian Senilai 8 Miliar Dolar AS ke China
Dia meyakinkan, provinsi yang terletak di Pulau Sulawesi itu dapat memimpin ekspor durian ke China, karena memiliki sekitar 30.000 hektare perkebunan durian dengan total lebih dari 3 juta pohon yang tersebar di 12 kabupaten. Itu sebabnya, Indonesia akan percepat ekspor durian dari Sulteng ke China.
Menurut data dari Badan Karantina Pertanian, ekspor durian dari Sulawesi Tengah ke China bernilai sekitar Rp600 miliar atau 36,9 juta Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.228).
Varietas durian Monthong menjadi yang paling populer, ungkap Rudy Mastura, meski varietas lain seperti Musangking, Super Copper, Matahari, dan Raja juga banyak diminati.
“Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat agar kegiatan ekspor ini dapat berjalan lancar ke depan. Saat ini, kami memiliki 1.634,29 hektare lahan yang telah terdaftar dalam Good Agricultural Practices (GAP). Kami mempekerjakan 133 petani yang terdaftar dan mengelola 10 rumah kemas durian,” ujarnya.
Sang gubernur juga menuturkan, Sulteng memiliki fasilitas pelabuhan yang memadai dan dilengkapi dengan baik untuk ekspor langsung ke China, dengan perkiraan waktu tempuh tujuh hingga sembilan hari. Peluang ini diharapkan, Indonesia akan percepat ekspor durian dari Sulteng ke China.
Dia berharap ekspor durian ke China dapat meningkatkan perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan para petani durian, dan memperkuat Sulteng sebagai daerah penyangga ibu kota baru Indonesia di Pulau Kalimantan. (asa/ xinhua-news.com)







