Lagi, Enam KK Bergeser Terdampak Pengembangan Rempang Eco-City

Jumlah warga bergeser terdampak pengembangan Rempang Eco-City terus bertambah.
Karyawan BP Batam foto bersama warga Rempang yang bergeser ke hunian sementara, Rabu (31/7/2024). (F. rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Kesadaran warga mendukung proyek strategis nasional (PSN) terus berkembang. Hal itu dibuktikan, Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memfasilitasi pergeseran enam kepala keluarga (KK) terdampak rencana pembangunan PSN Rempang Eco-City.

Jumlah tersebut menambah total warga Rempang, yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 154 KK.

Baca Juga: BP Beri Prioritas Warga Rempang Yang Bergeser, Memilih Hunian Baru Sesuai Site Plan

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyampaikan, enam KK bergeser terdampak pengembangan Rempang Eco-City ini berasal dari Desa Seibuluh, Desa Pasir Merah, Desa Mekar Sari, dan Desa Seigoba.

Keenam KK tersebut, lanjut Ariastuty, memilih bergeser karena mendukung penuh program pengembangan investasi di Rempang.

Baca Juga: Perlahan Membuka Diri, Dua KK Terdampak Pengembangan Rempang Eco-City Bergeser

“Dukungan mereka datang dari hati. Perlahan, warga mulai membuka diri terhadap rencana investasi di kampung mereka. Kami berharap, ini menjadi pertanda baik agar proyek strategis nasional (PSN) ini bisa terealisasi maksimal,” ujarnya, Rabu (31/7/2024).

Ia mengatakan, BP Batam terus berkomitmen menyelesaikan hak-hak warga yang terdampak rencana pembangunan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth.

Baca Juga: BP Libatkan Pemko dan PT Makmur Elok Graha Bahas Rempang Eco-City

Hal ini selaras dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana, BP Batam memiliki dua tugas penting mendukung realisasi proyek Rempang Eco-City yakni menyelesaikan hak warga dan menyiapkan rumah untuk relokasi.

“BP Batam berupaya maksimal, agar tidak ada hak-hak masyarakat yang terabaikan dalam rencana investasi Rempang Eco-City. Oleh sebab itu, kami selalu berkomitmen membangun komunikasi persuasif,” pungkasnya.

Sebelumnya, BP Batam memberikan prioritas bagi warga yang bergeser ke hunian sementara, memilih rumah sesuai site plan yang dibangun BP Batam di Tanjung Banon.  (hen)