Langsung Dapat Sewa dan Biaya Hidup Tiga Bulan ke Depan, Warga Rempang Mulai Pindah

Tim pendataan dan sosialisasi proyek strategis nasional kawasan Rempang Eco-City membantu mengangkut barang warga yang bersedia pindah, Rabu (27/9/2023). (T. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Warga Rempang yang terdampak pembangunan proyek strategis nasional kawasan Rempang Eco-City, mulai bersedia pindah, Rabu (27/9/2023).

Warga Rempang yang bersedia pindah itu, langsung dibayarkan biaya sewa rumah dan biaya hidup tiga bulan ke depan.

Salah satunya adalah Rantau, warga asli Desa Pasir Panjang, Kelurahan Sembulang.

Tim pendataan dan sosialisasi proyek strategis nasional kawasan Rempang Eco-City mendatangi warga Rempang, Rabu (27/9/2023). (F. dok humas bp Batam)

Pria paruh baya tersebut menegaskan, pemindahan terhadap dirinya dan istri merupakan pilihan pribadi tanpa ada intervensi ataupun unsur paksaan dari tim yang bertugas.

Menurutnya, keputusan tersebut murni mendukung program pemerintah. Dengan harapan, program strategis nasional tersebut dapat membawa kesejahteraan untuk masyarakat ke depan.

BACA JUGA:   18 Bacaleg Mundur, 10 Parpol Lakukan Pergantian

“Kami pindah sukarela tanpa paksaan. Saya dan istri berharap, bisa lebih sejahtera ke depan,” ujar Rantau.

Kepada Rantau dan istri, BP Batam langsung menyerahkan uang senilai Rp 10,8 juta.

Dengan rincian, uang sewa selama tiga bulan Rp3,6 juta dan biaya hidup tiga bulan ke depan sejumlah Rp7,2 juta.

“Untuk lokasi (hunian sementara), kami cari sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:   Tiga Kecamatan di Batam Dapat Bantuan Beras 10 Kilogram kepada 2.621 KK

Senada dengan Rantau, Indah Sumiati juga mengungkapkan, pemindahan terhadap dirinya dan keluarga merupakan keputusan yang telah dipikirkan secara matang.

“Saya dan keluarga percaya kepada pemerintah dan keadaan saat ini. Semoga, proyeknya bisa berjalan maksimal dan rumah baru kami bisa segera selesai,” ujarnya.

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menegaskan, pihaknya berkomitmen segera mengatasi permasalahan yang menjadi kekhawatiran masyarakat.

Khususnya terkait komitmen BP Batam, dalam merealisasikan uang sewa serta biaya hidup saat pemindahan ke hunian sementara berlangsung.

BACA JUGA:   Ketua KY Diskusi Publik Bangun Integritas Hakim di Universitas Batam

“Begitu warga pindah, uang sewa dan biaya hidup untuk tiga bulan langsung diserahkan. Perintah Presiden dalam rapat beberapa hari lalu, kami di daerah diminta segera mengatasi permasalahan saat ini,” ujar Rudi.

Di sisi lain, Rudi meminta, seluruh petugas pendataan dapat mempercepat pendataan di lapangan. Tentunya, dengan mengedepankan hubungan emosional dan tali silaturahmi yang baik.

“BP Batam selalu serius menangani percepatan realisasi investasi Rempang Eco-City,” tambah Rudi. (rud)