Netanyahu Sebut Israel Akan Tetap Berada di “Zona Keamanan” Lebanon Selatan, Meski Ada Kesepakatan Penarikan Sebagian Pasukan

Foto yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel pada 17 Maret 2026 ini, memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (tengah) sedang berbicara melalui telepon. (F. Xinhua)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pernyataan video yang direkam pada Jumat (26/6/2026) malam, bahwa militer Israel akan tetap berada di “zona keamanan” yang dikuasainya di Lebanon selatan, selama kelompok Hizbullah belum melucuti persenjataannya.

Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat (AS) menandatangani sebuah perjanjian kerangka kerja di Washington, yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Netanyahu menyebut perjanjian tersebut sebagai “pencapaian besar” bagi Israel, yang ditandatangani setelah perundingan panjang antara Israel dan Lebanon di Washington.

Dia juga menggambarkan kesepakatan itu sebagai pukulan besar bagi Iran, yang menurutnya selama ini berupaya memaksa Israel agar menarik pasukannya.

Netanyahu Sebut Israel Akan Tetap Berada di "Zona Keamanan" Lebanon Selatan, Meski Ada Kesepakatan Penarikan Sebagian Pasukan
Foto yang dirilis pada 31 Mei 2026 ini, memperlihatkan pasukan darat Israel melakukan operasi militer di Beaufort Ridge, Lebanon selatan. (F. Xinhua/IDF)

Media penyiaran milik pemerintah Israel, Kan TV News, melaporkan bahwa perjanjian tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari dua kawasan di Lebanon selatan, sebagai bagian dari program percontohan.

Kedua kawasan tersebut berada di kedua sisi Sungai Litani, seperti dilansir Kan TV News, seraya menambahkan bahwa pasukan angkatan darat Lebanon, dengan didampingi pasukan Amerika Serikat, akan ditempatkan di wilayah tersebut, setelah penarikan pasukan Israel.

Menurut laporan itu, para pihak telah menyepakati mekanisme penanganan terowongan-terowongan milik Hizbullah di Lebanon selatan, langkah-langkah untuk menghadapi penguatan kelompok tersebut, serta pelaksanaan perundingan mengenai perbatasan darat antara Israel dan Lebanon. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Swiss Sambut Kedatangan Delegasi Iran untuk Berunding dengan AS

Erdogan Yakin Perang “Tidak Masuk Akal” terhadap Iran Kini Telah Berakhir

Akademisi Indonesia Sebut Peran China Kian Besar dalam Wujudkan Perdamaian di Timur Tengah

AS dan Iran Teken MoU Secara Elektronik untuk Akhiri Perang

Media Sebut Israel Lanjutkan Operasi Darat dan Udara di Lebanon Selatan

Warga di Lebanon Selatan Ceritakan Momen-momen Mencekam dari Serangan Udara Terbaru Israel