Ansar Kunjungi Korban Puting Beliung di Pulau Kasu, Berikan Bantuan Pribadi dan Kurban Satu Sapi

Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad (kaos kuning) dan rombongan meninjau langsung masyarakat Pulau Kasu korban angin puting beliung, Minggu (25/6/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

BATAM (Kepri.co.id) – Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad turun langsung melihat  penderitaan masyarakat yang tertimpa musibah puting beliung di Pulau Kasu, Batam, Minggu (25/6/2023).

Kedatangan Ansar ke Pulau Kasu ini, menunjukkan empati atas penderitaan masyarakat yang sebentar lagi memasuki Hari Raya Idul Adha 1444 H.

Baca Juga: https://kepri.co.id/24/04/2023/ulas-jasa-orangtua-ansar-titikkan-air-mata-jadi-khatib-idul-fitri-di-batam/

Ansar dalam kunjungan ini, memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), melakukan bantuan revitalisasi rumah yang rusak.

Selain itu, Ansar memberikan bantuan dari koceknya sendiri untuk korban puting beliung. Tidak itu saja, Ansar juga berkurban satu ekor sapi untuk masyarakat Pulau Kasu, berbagi ceria menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H.

Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad dan Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj Dewi Kumalasari Ansar menghibur anak-anak di posko korban puting beliung Pulau Kasu dengan bershalawat bersama, Minggu (25/6/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

Seperti diketahui, puluhan rumah di pesisir Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Kepri mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi Sabtu (24/6/2023) pukul 02.00 WIB.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kewaspadaan Bertransaksi, Polisi Bekuk Pengedar Uang Palsu

Sayangnya, banyak penduduk yang tidak menyadari saat puting beliung datang. Sehingga, menyebabkan kerugian yang cukup besar. 

Gubernur Ansar melihat langsung kondisi rumah-rumah yang rusak berat, akibat bencana puting beliung ini.

Dalam waktu yang singkat, Ansar memberikan perintah kepada Disperkim, untuk segera mendata rumah-rumah yang terdampak dan rusak.

Ansar menargetkan, dalam waktu 10 hari bantuan akan diberikan kepada rumah-rumah yang terdampak menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT), serta direvitalisasi sesuai tingkat kerusakan yang dialami. 

“Setelah didata Perkim, kita akan berikan bantuan tunai agar masyarakat bisa memperbaiki rumah mereka. Kita apresiasi teman-teman DPRD Provinsi Kepri, karena mereka yang menyetujui penggunaan anggaran untuk bantuan. Kita sebagai eksekutif, hanya pengguna dan mengusulkan,” kata Gubernur Ansar. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah menyalurkan bantuan 83 paket boks kontainer sembako kepada korban.

BACA JUGA:   Ansar dan Dewi Kompak Pakaian Adat Peringati Sumpah Pemuda

Setiap paket terdiri beras 10 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, susu bubuk ukuran 200 gram, biskuit kaleng ukuran 650 gram, sarden kaleng ukuran 425 gram, kornet daging ukuran 340 gram. Selain itu, juga disertakan bantuan berupa 100 lembar selimut. 

“Data terbaru dari kelurahan ada 102 rumah yang terdampak. Untuk sisa bantuannya, akan segera kita salurkan.  Semuanya dapat bantuan,” kata Gubernur Ansar. 

Ansar juga memberikan bantuan serupa dari pribadinya dengan jumlah yang sama, seperti yang disalurkan Pemprov Kepri.

Mengingat mendekati hari raya Idul Adha, dirinya juga akan menyumbangkan satu ekor sapi untuk kurban kepada masyarakat Pulau Kasu, sebagai bentuk dukungan dan solidaritas. 

Selain memberikan bantuan, Ansar menyempatkan diri menghibur anak-anak korban puting beliung, yang menjadi pengungsi sementara di posko tenda yang didirikan Palang Merah Indonesia (PMI).

BACA JUGA:   Percepat Layanan Masyarakat, BP Batam Rombak Pejabat Badan Usaha SPAM

Tampak Ansar memberikan semangat dan motivasi, mengajak anak-anak bershalawat bersama. 

Tutut hadir dalam kunjungan Gubernur Ansar yaitu Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj Dewi Kumalasari Ansar, Anggota DPRD Provinsi Kepri Alex Guspeneldi dan Wahyu Wahyudi.

Hadir juga Widyaiswara Ahli Utama Lamidi, Kepala BPBD Provinsi Kepri Hasbi, Kepala Dinas Perkim Provinsi Kepri Said Nursyahdu.

Kemudian anggota tim percepatan pembangunan Sarafudin Aluan, Suyono Saeran, dan Syarifah Normawati. (asa)