SHENZHEN (Kepri.co.id – Xinhua) – Dengan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), industri pelabuhan di China kini menunjukkan vitalitas dan dinamika baru.
Sebagai pelabuhan nol karbon cerdas pertama di dunia, Pelabuhan Tianjin menerapkan teknologi 5G, Beidou, serta solusi Huawei Cloud Control dan Autonomous Driving untuk terminal kontainer.
Melalui langkah ini, Tianjin menjadi pelabuhan pertama yang mencapai otomatisasi penuh dalam seluruh proses operasional terminal kontainer, mengubah cara pengangkutan dan bongkar muat barang, serta mewujudkan proses kerja pelabuhan yang otomatis dan cerdas, sehingga secara signifikan meningkatkan daya saingnya.
Dari kejauhan, pelabuhan luas itu tampak hampir tanpa pekerja manusia. Pengangkutan kontainer besar dilakukan robot transportasi berbasis kecerdasan buatan yang disebut ART.
Robot-robot ini, dilengkapi dengan teknologi deteksi dan pengukuran cahaya (light detection and ranging/ LIDAR) serta kamera beresolusi tinggi, mampu menghindari rintangan secara mandiri, bahkan melakukan pengisian daya otomatis.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri pelabuhan China semakin memperkuat integrasi mendalam antara teknologi baru seperti 5G, Beidou, dan kecerdasan buatan dengan produksi pelabuhan.
Pendekatan ini mengoordinasikan lima elemen utama yaitu manusia, mesin, kendaraan, kapal, dan kargo untuk mendorong transformasi cerdas di seluruh rantai nilai dan siklus hidup bisnis pelabuhan.
Pelabuhan Tianjin membangun zona percontohan kendaraan tanpa pengemudi, dengan tingkat otomatisasi peralatan bongkar muat besar yang melebihi 80 persen.
Pengembangan sistem manajemen terminal kontainer otonom penuh JTOS, meningkatkan efisiensi derek tunggal sebesar 10 persen dan menurunkan konsumsi energi peralatan sebesar 8 persen.
Di sini, pemandangan produksi cerdas terlihat di mana-mana, derek otomatis bekerja dengan presisi tinggi, sementara kendaraan otonom melintasi area pelabuhan dengan tertib dan efisien.
Selama enam tahun terakhir, Pelabuhan Tianjin telah memecahkan lebih dari 170 rekor efisiensi operasional. Enam jalur pelayaran, termasuk milik Maersk dan COSCO, berada di peringkat teratas dunia dalam hal efisiensi.
Platform layanan satu pintu “Jingangtong” membuat lebih dari 97 persen proses dokumen kontainer dapat diselesaikan secara daring, dengan tingkat digitalisasi dokumen utama mencapai 100 persen, mendorong percepatan arus data dan efisiensi logistik maritim.
Laboratorium Inovasi Global Pelabuhan Cerdas yang dibentuk bersama oleh Pelabuhan Tianjin, Huawei, dan mitra lainnya telah berhasil mengembangkan serangkaian inovasi canggih seperti model besar pelabuhan PortGPT dan sistem kembar digital “Jinhong”.
Inovasi-inovasi ini, telah memberikan dorongan kuat bagi perkembangan industri pelabuhan China. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Komisi III DPR Aceh Pelajari Pengembangan KEK dan Pelabuhan di BP Batam
Praperadilan Heri Ditolak, Kejati Kepri Siap Gaspoll Penyidikan Kasus PNBP Pelabuhan Batam
Jaga Marwah Maritim Kepri, Kejati Gandeng Dishub dan PT Pelabuhan Kepri







