Peringati Hari Ibu, Lapas Perempuan Batam Gelar Panggung Kreativitas Warga Binaan

Peringati Hari Ibu, Lapas Perempuan Batam Gelar Panggung Kreativitas Warga Binaan
Kalapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH memberikan bingkisan kepada warga binaan pada peringatan hari ibu di Lapangan LPKA Batam, Selasa (16/12/2025). (Sumber: Lapas Perempuan Kelas IIB Batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Dalam rangka memperingati hari ibu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam menggelar kegiatan peringatan hari ibu yang berlangsung di Lapangan LPKA Batam, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan, atas peran dan pengorbanan seorang ibu, sekaligus sebagai sarana pembinaan kepribadian dan kreativitas warga binaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH beserta jajaran pejabat struktural, Ketua FPPI Kota Batam, Ketua DPD Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Kepri, serta Ketua Visio De Production.

“Kehadiran para tamu undangan, menjadi wujud dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Batam,” ujar Nur Mustafidah.

Rangkaian acara diawali pembukaan dan sambutan dari Kalapas Perempuan Kelas IIB Batam, yang menekankan pentingnya makna hari ibu sebagai momentum refleksi, penguatan nilai kasih sayang, serta motivasi bagi warga binaan, untuk terus memperbaiki diri.

Sambutan selanjutnya disampaikan Ketua FPPI Kota Batam, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Suasana kegiatan semakin semarak, dengan penampilan kreativitas warga binaan, mulai dari tarian, dance, permainan musik, hingga penampilan vokal.

Selain itu, warga binaan juga menampilkan fashion show bertema profesi seorang ibu, seperti dokter, guru, dan pedagang, yang menggambarkan cita-cita serta harapan di masa depan.

Melalui kegiatan peringatan hari ibu bu ini, Lapas Perempuan Kelas IIB Batam berharap, dapat menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berkarya, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kekeluargaan, bagi warga binaan dalam proses pembinaan pemasyarakatan. (asa)