Batam  

Ditpam BP Batam Cegah Tangkal Kegiatan Ilegal Daerah Tangkapan Air

Personel Ditpam BP Batam melakukan pengusiran terhadap kegiatan ilegal di seputaran waduk Duriangkang dan Tembesi yang bisa mengganggu kualitas air bersih, Senin (13/3/2023). (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengintensifkan program “One Day One Target” yang dimulai sejak tahun 2018 lalu. Kegiatan cegah tangkal terhadap kegiatan ilegal di daerah tangkapan air areal DAM Duriangkang dan Tembesi ini, untuk kelangsungan sumber air bersih masyarakat Batam.

Selama Februari 2023, sejumlah kegiatan penting untuk mengamankan aset BP Batam telah dilaksanakan. Mulai dari kegiatan penertiban hingga pengamanan daerah tangkapan air di areal DAM Duriangkang dan Tembesi.

Baca Juga: BP Batam Pastikan Ketahanan Air Batam Aman, Lakukan Peremajaan Pipa

Kepala Subdit Pengamanan Aset dan Objek Vital Ditpam BP Batam, AKBP SA Kurniawan, mengatakan, pihaknya memberikan atensi serius terhadap kegiatan ilegal yang memberikan pengaruh buruk terhadap wilayah tangkapan air di dua DAM tersebut.

BACA JUGA:   Tanggapi Keluhan Warga, BP Batam Peringatkan Pengembang Perumahan Palm Spring

Kegiatan ilegal yang dimaksudkan, kata Kurniawan, berupa pembalakan liar (ilegal logging), gubuk-gubuk liar, serta sisa pondok dan tanam tumbuh yang berada di areal tersebut.

Personel Ditpam BP Batam melakukan patroli mengusir kegiatan ilegal di seputaran waduk Duriangkang dan Tembesi yang bisa mengganggu kualitas air bersih, Senin (13/3/2023). (F. dok humas bp batam)

“Kita terus melakukan pembersihan dan sosialisasi kepada pelaku atau oknum yang melakukan kegiatan ilegal tersebut. Yang jelas, kegiatan rutin dan penertiban terus berjalan,” ujarnya, Senin (13/3/2023).

Ia mengungkapkan, sejumlah kegiatan ilegal sempat ditemukan Ditpam BP Batam selama Februari 2023 lalu.

BACA JUGA:   Kemiskinan di Kepri Turun 29.200 Jiwa

“Kami juga telah menggelar sosialisasi dan melakukan kegiatan pendataan aset, serta mendistribusikan surat penertiban terhadap keramba jaring apung,” pungkasnya.

Untuk diketahui, DAM Duriangkang merupakan waduk terbesar yang dimiliki Kota Batam dengan luas muka air normal 2.340 hektare dan luas daerah tangkapan air 79 kilometer persegi.

Waduk Duriangkang memiliki kapasitas air 107 juta M3 dengan suplai air bersih hingga 3.000 liter per detik.

Sedangkan DAM Tembesi dirancang untuk mampu menampung air baku hingga 56 juta meter kubik, dan memproduksi 600 liter per detik.

BACA JUGA:   12 Jurnalis Rebut Juara Karya Jurnalistik IJTI-Pegadaian 2023

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, meminta agar DAM Duriangkang dan Tembesi tetap terjaga kebersihannya.

“Daerah tangkapan air khususnya Duriangkang dan Tembesi harus bebas dan bersih dari kegiatan pembangunan ilegal. Karena ini menjadi sumber utama air bagi masyarakat Batam,” tegas Rudi.

Rudi pun mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian dan kebersihan waduk yang ada.

Ia juga menitip pesan, agar warga menegur dan melaporkan apabila melihat ada yang menebang pohon di kawasan hutan lindung

“Hutan yang ada jangan diganggu. DAM harus kita jaga dan kita bersihkan,” harapnya. (hen)