BATAM (Kepri.co.id) – Dalam upaya mempercepat transformasi ekonomi wilayah dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8%, sebagaimana dicanangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025–2029, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengusulkan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp5,328 triliun.
Usulan ini disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Kepala BP Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi, menjelaskan, usulan tersebut dilandasi tren positif perekonomian Batam dalam lima tahun terakhir.
Setelah sempat melambat pada tahun 2021 di angka 4,75 persen, pertumbuhan ekonomi Batam terus meningkat, mencapai 7,04 persen pada 2023—angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
”Ini adalah sinyal kuat, Batam siap menjadi motor penggerak ekonomi regional dan nasional,” ujar Amsakar.
—
Investasi dan Perdagangan Melonjak, Pondasi Ekonomi Makin Kokoh
Peningkatan pertumbuhan ekonomi turut ditopang oleh realisasi investasi yang mencapai Rp43,26 triliun pada 2024, atau 108,15 persen dari target.
Surplus neraca perdagangan juga mengesankan, sebesar 6,82 miliar Dolar AS, sementara kunjungan wisatawan mencapai 1,32 juta orang.
”Ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata Batam terus berkembang sebagai, kawasan strategis yang menarik investasi dan pariwisata,” lanjut Amsakar.
—
Anggaran Diperlukan untuk Enam Sektor Prioritas Infrastruktur
Amsakar menegaskan, dari total pagu anggaran 2026 yang diusulkan sebesar Rp5,328 triliun, tambahan Rp2,880 triliun merupakan Rupiah murni, karena selama dua tahun terakhir, operasional BP Batam hanya didukung oleh pendapatan negara bukan pajak (PNBP), tanpa dukungan dari APBN.
Enam sektor strategis yang akan menjadi fokus alokasi anggaran meliputi:
1. Konektivitas Darat – Pembangunan jalan arteri, kawasan industri, fly over, dan penataan lanskap kota.
2. Sumber Daya Air – Perluasan jaringan perpipaan air minum, normalisasi waduk, dan stabilisasi bendungan.
3. Konektivitas Laut – Revitalisasi Dermaga Selatan Batuampar dan peningkatan kapasitas container yard.
4. Konektivitas Udara – Pembangunan pagar dan jalan perimeter bandara, serta akses jalan baru untuk kargo.
5. Kesehatan – Revitalisasi Gedung D Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan pengadaan peralatan kesehatan modern.
6. Pengembangan Kawasan – Penataan ulang taman kota, pengembangan fasilitas publik, dan revitalisasi Mall Pelayanan Publik.
—
Dorong Percepatan Pertumbuhan hingga 10 Persen
Menyadari mandat yang diberikan Presiden Prabowo kepada BP Batam, sebagai salah satu ujung tombak pertumbuhan, Amsakar menyampaikan, Batam harus mampu tumbuh minimal 10 persen, agar dapat mendorong pencapaian target nasional.
”Untuk itu, kami berharap dukungan penuh dari Komisi VI DPR RI, agar BP Batam bisa menjadi institusi yang semakin ramah investasi, dan siap menjawab tantangan pembangunan nasional,” tutup Amsakar.
Rapat ini turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, para deputi, dan pejabat eselon II BP Batam. (amr)
BERITA TERKAIT:
Komisi VI DPR RI Sahkan Pagu Anggaran 2025, BP Fokus Kembangkan Kawasan Investasi Baru
Indonesia Bukukan Pertumbuhan Ekonomi 4,87 Persen pada Q1 2025
BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Akibat Kekhawatiran Tarif AS
Amsakar Optimis Berkolaborasi dengan Kadin, Bisa Capai Target Pertumbuhan di Tengah Tantangan
Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Li Claudia Dorong Kemudahan Berinvestasi
Li Claudia Dorong Pertumbuhan Investasi Inklusif, Beri Dampak Kesejahteraan Masyarakat







