Datang Lagi, Ansar Serahkan Bantuan Uang Rp1,4 Miliar untuk Korban Puting Beliung Pulau Kasu

  • Bagikan
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyerahkan bantuan uang Rp1,4 miliar ke masyarakat korban bencana puting beliung di Pulau Kasu, Jumat (7/7/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

BATAM (Kepri.co.id) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H Ansar Ahmad kembali hadir di tengah-tengah masyarakat Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Jumat (7/7/2023).

Kedatangan Ansar ke Pulau Kasu, menyerahkan bantuan Rp1,4 miliar kepada masyarakat korban bencana angin puting beliung yagn terjadi pada Sabtu (24/6/2023) pukul 02.00 WIB. Penyerahan dipusatkan di Masjid Jami Al Jihad Pulau Kasu.

Baca Juga: Ansar Kunjungi Korban Puting Beliung di Pulau Kasu, Berikan Bantuan Pribadi dan Kurban Satu Sapi

Sebelumnya, Gubernur Kepri beserta Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj Dewi Kumalasari Ansar, Anggota DPRD Provinsi Kepri Alex Guspeneldi dan Wahyu Wahyudi, serta rombongan telah datang ke Pulau Kasu pada Minggu (25/6/2023) lalu.

Sesuai data dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 45 rumah mengalami rusak berat akibat tiupan angin puting beliung saat itu. Enam rumah rusak sedang, dan 102 rumah rusak ringan. Adapun dalam kesempatan ini, Ansar menyerahkan bantuan uang tunai Rp1,4 miliar.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyalami tokoh masyarakat Pulau Kasu bertepatan dengan salat Jumat (7/7/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

“Saya ke sini bersama beberapa anggota DPRD Kepri. KIta ingin mnyerahkan bantuan, semoga bisa membantu meringankan beban bapak dan ibu semua, akibat tempat tinggalnya engalami kerusakan. Sebelumnya, saya sudah ke sini dengan menyerahkan sejumlah bantuan makanan dan pakaian, kemudian kita kirim seekor sapi kurban. kali ini kita datang lagi dengan bantuan yang lainnya,” Ansar.

Mengambil contoh bencana alam yang sebelumnya terjadi di Serasan, Kabupaten Natuna dan di Kabupaten Bintan. Bencana alam puting beliung di Pulau Kasu ini, juga bisa ditetapkan sebagai daerah darurat bencana oleh pemerintah daerah Batam.

Menurut Ansar, bantuan Rp1,4 miliar yang diberikan Pemprov Kepri ini agak terbatas. Karena hingga saat ini, pemerintah daerah Batam belum mengeluarkan kondisi ini sebagai daerah yang berstatus darurat bencana, sehingga Pemerintah Provinsi Kepri tidak bisa mengeluarkan bantuan lebih.

“Yang kita berikan saat ini adalah bantuan sosial. Lain halnya apabila status yang ditetapkan di kawasan ini daerah bencana, maka bantuan yang kita berikan bisa lebih besar. Karena bukan bantuan sosial yang kita berikan, melainkan bantuan bencana,” jelas Ansar.

Ansar Khatib Salat Jumat di Pulau Kasu

Di sisi lain, Ansar memotivsi masyarakat yang menjadi korban amukan angin puting beliung. Ansar mengatakan, setiap musibah yang menimpa manusia tentu semuanya atas ketentuan Allah SWT.

“Jadi kita mesti bisa iklhas menerima, dan tetap sabar atas musibah yang terjadi ini,” ujar Gubernur Ansar yang pada kesempatan tersebut bertindak sebagai khatib salat Jumat di sana.

Gubernur Ansar melanjutkan, setiap manusia harus memiliki keyakinan bahwa di balik setiap musibah yang menimpa, pasti ada hikmah yang lebih baik.

Di akhir penyampaiannya, Ansar secara pribadi memberikan bantuan untuk Masjid Jami Al Jihad Pulau Kasu sebesar Rp10 juta. Selain bantuan yang diberikan kali ini, Pemprov Kepri melalu BPBD juga telah menyalurkan bantuan 102 paket sembako. Termasuk menyerahkan bantuan hewan kurban satu ekor sapi pada saat Hari Raya Idul Adha lalu.

Tidak lupa, Ansar mengapresiasi pada anggota DPRD yang hadir bersamanya dalam kesempatan ini. Sudah seharusnya, kata Ansar, para anggota DPRD memiliki kepedulian tinggi terhadap bencana-bencana seperti ini. “Kita doakan para anggota DPRD yang peduli dengan kegiatan sosial seperti ini selalu dilimpahi keberkahan, kesuksesan, dan kemudahan dalam segala urusannya,” kata Ansar..

Tampak hadir sejumlah anggota DPRD Kepri dalam kesempatan ini, seperti Muhammad Ridho, Alex Guspaneldi, dan Wakil Ketua DPRD Kepri Rizki Faisal

Wakil Ketua DPRD Kepri, Rizki Faisal, menyatakan, bencana angin puting beliung yang merusakkan ratusan rumah di Pulau Kasu ini, tidak ditetapkan sebagai daerah darurat bencana oleh pemerintah daerah Batam. Padahal, katanya, terdapat 102 rumah yang rusak, baik rusak ringan, sedang, dan berat.

“Seharusnya Pemda tanggap. Cepat ini ditetapkan sebagai daerah darurat bencana. Dengan demikian, bantuan yang mengalir bisa banyak ke sini. Rumah-rumah yang rusak berat sekalipun bisa dibantu lebih besar, untuk membangun kembali rumah yang terkena musibah,” ujar Rizki Faisal. (rud)

  • Bagikan