Kualitas Udara Tidak Sehat, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker

F. ilustrasi

BATAM (Kepri.co.id) – Pemantauan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam melalui Air Quality Monitoring System (AQMS), kualitas udara di Kota Batam, Sabtu (7/10/2023) kategori tidak sehat dengan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) 114.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin, mengimbau, masyarakat Kota Batam menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma sebaiknya hindari bermain di luar rumah,” imbaunya.

Jefridin mengungkapkan, hasil monitoring yang dilakukan DLH sejak (18/9/2023) sampai, nilai ISPU di Kota Batam relatif naik.

Namun, hasil monitoring yang dilakukan pada (4/10/2023) nilai ISPU mencapai 94.

“Artinya, pada tiga hari lalu kualitas udara di Kota Batam masih berada direntang 51-100, masuk dalam kategori sedang. Saat Sabtu (7/10/2023) pagi dilakukan monitoring, ISPU sudah naik direntang 101-200 berada pada kategori tidak sehat,” jelasnya.

Diungkapkannya, tingginya nilai ISPU Batam berhubungan erat dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera.

Data dari BMKG jumlah hotspot karhutla di Sumatera pada Sabtu (7/10/2023), sebanyak 1.958 titik dan di Sumatera Selatan (Sumsel) berjumlah 1.386 titik. Jika melihat arah angin, kejadian di Batam mendapat kiriman dari daratan Sumsel.

Berdasarkan AQMS ada lima kategori ISPU. Rentang 1-50 pada kategori baik, rentang 51-100 kategori sedang, rentang 101-200 kategori tidak sehat.

Adapun rentang 201-300 pada kategori sangat tidak sehat, dan rentang 301 ke atas kategori berbahaya. (amr)