Iran Peringatkan Korsel agar Tidak Terlibat secara Militer di Selat Hormuz

Iran Peringatkan Korsel agar Tidak Terlibat secara Militer di Selat Hormuz
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghae, berbicara dalam sebuah konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 17 Agustus 2026. (F. Xinhua/Shadati)

TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (7/9/2026) memperingatkan Korea Selatan (Korsel) agar tidak mempertahankan kehadiran militer atau berpartisipasi dalam operasi di Selat Hormuz.

Baghaei menyampaikan peringatan tersebut melalui sebuah unggahan di platform X setelah Seoul pada Jumat (4/9/2026) menyatakan sedang meninjau berbagai opsi, termasuk langkah militer, untuk mendukung “kebebasan navigasi” di Selat Hormuz.

Dia mengatakan hubungan antara Iran dan Korsel memiliki sejarah yang telah membentang lebih dari 64 tahun, dan hubungan bilateral telah berkembang secara konsisten berdasarkan rasa saling menghormati, sementara Iran memandang hubungan persahabatannya dengan Korsel sangat penting.

Dia menyampaikan rakyat Iran saat ini sedang membela diri terhadap “tindakan agresif” AS.

“Di saat rakyat Iran merespons tegas kejahatan perang AS terhadap perempuan dan anak-anak, negara mana pun yang mempertahankan kehadiran militer atau berpartisipasi dalam operasi di Teluk Persia dan Selat Hormuz hanya dapat dianggap memberikan dukungan langsung bagi para pelaku agresi, dan hal itu akan berujung pada konsekuensi serius,” ujar Baghaei.

Dalam unggahan lain di X pada Senin pagi waktu setempat, Baghaei mengatakan Selat Hormuz telah selalu “terbuka lebar” hingga 28 Februari 2026 lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Dia mengatakan Washington telah “melancarkan perang yang melanggar hukum dan brutal di kawasan tersebut serta mengganggu arus normal pelayaran komersial,” yang menyebabkan penghentian kapal tanker, gangguan perdagangan, dan lonjakan harga energi.

Setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, Teheran membatasi lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, sementara pasukan AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Iran Akan Umumkan “Zona Terlarang” di Luar Selat Hormuz

IRGC Iran Klaim Hantam Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz dan Tiga Kapal AS di Lokasi Lain dalam Serangan Balasan

AS Lancarkan Gelombang Ketiga Serangan terhadap Iran, setelah Sebuah Kapal Diserang di Selat Hormuz

Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran: AS Langgar MoU dengan Terus Picu Ketegangan di Selat Hormuz

IMO: Sekitar 2.500 Awak Kapal telah Dievakuasi dari Selat Hormuz sejak Selasa

Sekutu Eropa Tolak Seruan Trump untuk Misi Militer di Selat Hormuz

AS dan Iran Kembali Saling Serang setelah Blokade Hormuz Diberlakukan Lagi