Raksasa Teknologi China Bantah Ada Hubungan Militer, Sebut Tuduhan Pentagon Sebagai “Kesalahan”

Raksasa Teknologi Cina Bantah Ada Hubungan Militer, Sebut Tuduhan Pentagon Sebagai "Kesalahan"
Tencent meluncurkan platform pencitraan medis AIMIS dalam ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Wuzhen Konferensi Internet Dunia (World Internet Conference/WIC) 2023 di Kota Wuzhen, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 8 November 2023. (F. Xinhua/Zhang Yuwei)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Raksasa teknologi China, Tencent, dan produsen baterai terkemuka, CATL, menentang pencantuman nama mereka dalam daftar hitam Departemen Pertahanan (Department of Defense/ DoD) Amerika Serikat (AS), terkait tuduhan mereka mendukung militer China. Kedua perusahaan tersebut menyebut, tuduhan tersebut sebagai sebuah kesalahan.

“Pencantuman Tencent dalam daftar ini jelas-jelas merupakan sebuah kesalahan,” ungkap perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Xinhua pada Selasa (7/1/2025), membantah pelabelan semacam itu dan menegaskan, Tencent “bukan perusahaan atau pemasok militer.”

Baca Juga: CATL China Luncurkan Baterai Baru untuk Kendaraan Hybrid

Tencent menambahkan, pencantuman ini tidak berdampak pada bisnisnya. Namun, mereka akan bekerja sama dengan otoritas AS yang relevan untuk menyelesaikan “kesalahpahaman” ini.

Raksasa Teknologi Cina Bantah Ada Hubungan Militer, Sebut Tuduhan Pentagon Sebagai "Kesalahan"
Foto yang diabadikan pada 26 November 2024 ini, menunjukkan solusi pengisian daya super di stan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dalam Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo/ CISCE) kedua di Beijing, ibu kota China. (F. Xinhua/Zhang Chenlin)

CATL juga menyebut tuduhan itu sebagai “kesalahan,” mengatakan, perusahaan tersebut “tidak pernah terlibat dalam bisnis atau aktivitas yang berhubungan dengan militer.”

Produsen baterai tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Xinhua, pencantuman tersebut tidak menghalangi CATL untuk berbisnis dengan entitas lain selain DoD, diharapkan tidak akan berdampak buruk secara signifikan terhadap bisnisnya.

“Kami akan secara proaktif terlibat dengan DoD untuk menyelesaikan tuduhan yang keliru, termasuk mengambil langkah hukum jika diperlukan, demi melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham kami secara keseluruhan,” tutur CATL. (hen/ xinhua-news.com)