BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Raksasa teknologi China, Tencent, dan produsen baterai terkemuka, CATL, menentang pencantuman nama mereka dalam daftar hitam Departemen Pertahanan (Department of Defense/ DoD) Amerika Serikat (AS), terkait tuduhan mereka mendukung militer China. Kedua perusahaan tersebut menyebut, tuduhan tersebut sebagai sebuah kesalahan.
“Pencantuman Tencent dalam daftar ini jelas-jelas merupakan sebuah kesalahan,” ungkap perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Xinhua pada Selasa (7/1/2025), membantah pelabelan semacam itu dan menegaskan, Tencent “bukan perusahaan atau pemasok militer.”
Baca Juga: CATL China Luncurkan Baterai Baru untuk Kendaraan Hybrid
Tencent menambahkan, pencantuman ini tidak berdampak pada bisnisnya. Namun, mereka akan bekerja sama dengan otoritas AS yang relevan untuk menyelesaikan “kesalahpahaman” ini.

CATL juga menyebut tuduhan itu sebagai “kesalahan,” mengatakan, perusahaan tersebut “tidak pernah terlibat dalam bisnis atau aktivitas yang berhubungan dengan militer.”
Produsen baterai tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Xinhua, pencantuman tersebut tidak menghalangi CATL untuk berbisnis dengan entitas lain selain DoD, diharapkan tidak akan berdampak buruk secara signifikan terhadap bisnisnya.
“Kami akan secara proaktif terlibat dengan DoD untuk menyelesaikan tuduhan yang keliru, termasuk mengambil langkah hukum jika diperlukan, demi melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham kami secara keseluruhan,” tutur CATL. (hen/ xinhua-news.com)







