BATAM (Kepri co.id) – PT PLN Batam siap menjalankan keputusan Pemerintah, melakukan penyesuaian tarif listrik pada 11 golongan tarif pelanggan dari 23 golongan tarif yang berlaku.
Keputusan ini, tetap melindungi pelanggan kurang mampu di mana untuk golongan pelanggan tersebut tidak mengalami penyesuaian.
Baca Juga: PLN Batam Akan Lakukan Penyesuaian Tarif, Irwansyah: Tetap Lindungi Masyarakat Kurang Mampu
Untuk menyediakan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan, dipengaruhi beberapa variabel yang terdiri dari kurs, harga energi primer, dan inflasi.
Pemerintah menerapkan penyesuaian tarif (tariff adjustment), dengan tetap menjaga daya saing industri di Batam. Sehingga, sebagian golongan tarif Batam masih di bawah biaya pokok penyediaan tenaga listrik.
Salah satu tokoh masyarakat Batam, Parlaungan Siregar angkat bicara terkait kebijakan ini.
Menurut pria yang akrab disapa Presiden Nato ini, pelayanan listrik PLN Batam dari tahun ke tahun terus meningkat.
“Saat ini, sebagian besar jaringan listrik di Batam, sudah menggunakan kabel bawah tanah. Gangguan akibat pohon atau tiang tumbang, sudah dapat diminimalisir,” kata Parlaungan.
Terkait kebijakan yang telah ditetapkan Pemerintah, Parlaungan menganggap hal tersebut sudah dilakukan berhati-hati, dengan mempertimbangkan serta tetap menjaga daya saing industri di Batam. Sehingga, sebagian golongan tarif Batam masih di bawah biaya pokok penyediaan tenaga listrik.
Baca Juga: PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune, PLN Batam Siap Mendukung
“Menurut saya, masyarakat Batam dapat menerima kebijakan tersebut. Mengingat, sejak tahun 2017 tarif PLN Batam belum pernah mengalami perubahan,” ujar Parlaungan di Batam Center, Kamis (4/7/2024).
Yang paling penting, kata Presiden Nato, pelayanan PLN Batam kepada masyarakat harus meningkat. Jangan lagi ada padam–padam dengan durasi yang lama.
“Jika ada gangguan pada rumah warga, petugas PLN Batam langsung turun dan menormalkannya,” pungkas Parlaungan. (hen)







